Pantau Flash
Dubai Putuskan 'Lockdown' Selama 14 Hari
Madonna Sumbang 1 Juta Dolar untuk Ciptakan Vaksin Korona
Jika Batalkan Kompetisi, Liga Inggris Terancam Denda Rp 15,3 Triliun
Sempat Tersangkut Skandal FIFA, Mantan Presiden Honduras Meninggal Dunia
Jakarta Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Petir Sore Hingga Malam Hari

15 Negara Blokir Perjalanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Sekutunya

15 Negara Blokir Perjalanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Sekutunya Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Reuters/Manaure Quintero)

Pantau.com - Setidaknya 15 negara telah melarang Presiden Nicolas Maduro dan 28 warga Venezuela melakukan perjalanan di dalam perbatasan negara mereka. Langkah ini adalah sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk mendorong Maduro mundur.

Dalam sebuah pertemuan yang diadakan pada Selasa kemarin di Kolombia, perwakilan dari Argentina, Brasil, Amerika Serikat, Chili, dan Peru, menandatangani Perjanjian Bantuan Timbal Balik Antar-Amerika (TIAR), sebuah perjanjian yang menjanjikan pertahanan timbal balik di antara anggota Organisasi Amerika Serikat (OAS).

Sebelumnya pada September silam, kelompok tersebut menyetujui identifikasi, sanksi, dan ekstradisi anggota-anggota terkemuka pemerintah Venezuela yang dituding terkait dengan kegiatan yang berhubungan dengan pencucian uang, perdagangan narkoba, dan terorisme.

Baca juga: Bela Evo Morales, Maduro Kecam Keras Kudeta yang Terjadi di Bolivia

Dilansir Al Jazeera, Rabu (4/12/2019), daftar orang-orang yang dilarang bepergian ke 15 negara termasuk sekutu-sekutu top Maduro seperti Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, Wakil Presiden Delcy Rodriguez, dan Diosdado Cabello, orang nomor dua di Partai Sosialis yang berkuasa (PSUV).

Maduro menolah langkah tersebut dan menyebutnya sebagai strategi untuk mengalihkan perhatian dari isu lain, termasuk masalah di Kolombia, di bawah Presiden Ivan Duque. "Pertemuan TIAR telah gagal, tidak akan ada yang macam-macam dengan Venezuela," ujar Maduro.

"Ivan Duque telah ditentang 80 persen oleh warga Kolombia, dan saat ini dirinya ingin mengalihkan perhatian dari krisis politik, ekonomi, dan sosial besar yang sedang dialami oleh Kolombia."

Baca juga: Trump Siapkan Rp558 Miliar untuk Bantu Oposisi Venezulea, Maduro?

Cabello juga menolak tuduhan itu dan meminta negara-negara untuk menjauh dari Venezuela.

"Saya menolak upaya imperialis dan upaya sekutu Amerika Utara ini untuk datang dan melibatkan diri mereka dalam masalah internal Venezuela. Venezuela menuntut rasa hormat," kata Cabello mengikuti pawai di Caracas terhadap pertemuan OAS.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: