Pantau Flash
MPR Dukung Anggaran Sektor Pertanian Ditambah untuk Atasi COVID-19
Rekor Lagi! Ada 1.853 Kasus Baru, Total Positif COVID-19 RI 68.079
OJK Catat 5,29 Juta Debitur UMKM Terima Restrukturisasi Kredit
Kemenkeu: Anggaran COVID-19 untuk Kesehatan Baru Capai 5,12 Persen
Bahas RUU HIP, Presiden Jokowi Bertemu Pimpinan MPR di Istana Bogor

33 Tentara Turki Tewas dalam Serangan Udara Suriah di Idlib

33 Tentara Turki Tewas dalam Serangan Udara Suriah di Idlib Kendaraan militer lapis baja Turki berpatroli di garis perbatasan Turki-Suriah di Reyhanli, provinsi Hatay, Turki. (Foto: Reuters/Osman Orsal)

Pantau.com - Lusinan tentara Turki terbunuh dalam serangan udara di provinsi Idlib Suriah, dalam peningkatan dramatis pada pertempuran untuk menguasai kubu oposisi terakhir negara itu.

Para pejabat Turki mengatakan, setidaknya 33 personil militernya tewas dalam serangan pada Kamis malam (27/2), dan lebih dari 30 lainnya cedera. 

Sumber-sumber militer di antara faksi pemberontak moderat dan pejuang jihad yang bertempur di provinsi barat laut yang berbatasan dengan Turki mengatakan, kematian itu terjadi setelah serangan telak terhadap sebuah bangunan berlantai dua di desa Balioun.

Baca juga: Meredam Suara Bom dengan Tawa di Idlib Suriah

Dilansir Al Jazeera, Jumat (28/2/2020), laporan kematian pasukan Turki itu merupakan jumlah kematian terbesar dalam satu hari sejak dimulainya pengiriman ribuan tentara ke Idlib dalam bebeapa pekan terakhir.

Serangan udara itu dilakukan di tengah serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia untuk merebut kubu pertahanan terakhir negara yang dikuasai oposisi. Idlib rumah bagi lebih dari tiga juta orang.

Kampanye pemboman dan serangan darat telah membuat hampir satu juta orang mengungsi sejak Desember, lebih dari setengahnya adalah anak-anak.

Menanggapi laporan tersebut, Turki memperingatkan pihaknya akan menyerang semua target rezim Suriah yang diketahui.

Baca juga: Turki-Rusia Berupaya Habisi Aksi Terorisme di Wilayah Idlib Suriah

Setelah serangan itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan tindakan segera di Suriah barat laut, memperingatkan bahwa "risiko eskalasi yang lebih besar tumbuh setiap jam."

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS juga  mengatakan "sangat prihatin" tentang serangan yang dilaporkan, dan menyatakan dukungan untuk sekutu NATO Turki.

"Kami mendukung sekutu NATO kami Turki dan terus menyerukan untuk segera mengakhiri serangan tercela oleh rezim Assad, Rusia, dan pasukan yang didukung Iran," kata seorang perwakilan Departemen Luar Negeri.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - NPW
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: