Pantau Flash
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital
17.534 Orang di Jakarta Sudah Rapid Test, 282 Dinyatakan Positif COVID-19

5 Ancaman Kesehatan Menurut WHO, Polusi Udara Duduki Peringkat Satu!

5 Ancaman Kesehatan Menurut WHO, Polusi Udara Duduki Peringkat Satu! Polusi udara. (Foto: Getty Images via WHO)

Pantau.com - Dunia menghadapi beberapa tantangan kesehatan. Hal itu berkisar dari wabah penyakit yang dapat dicegah seperti campak dan difteri, patogen yang resistan terhadap obat hingga meningkatnya angka obesitas.

Untuk mengatasi ancaman itu, World health Organization (WHO) telah memulai rencana lima tahunnya dengan Program Kerja Umum ke 13. Skema ini bertujuan untuk memastikan satu miliar lebih banyak orang bisa mengakses cakupan kesehatan universal, satu miliar orang terlindung dari keadaan darurat kesehatan, serta satu miliar orang menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih sehat.

Di samping itu, WHO juga telah mengidentifikasi ancaman kesehatan global. Berikut 5 ancaman kesehatan menurut WHO yang dirilis dalam situs resminya.

1. Polusi Udara dan Perubahan Iklim

Polusi udara. (Foto: Getty Images via WHO)

Sembilan dari sepuluh orang bernapas udara tercemar setiap harinya. Pada 2019, polusi udara dianggap oleh WHO sebagai risiko lingkungan terbesar bagi kesehatan. Penyebab utama polusi udara (pembakaran bahan bakar fosil) juga merupakan penyumbang utama bagi perubahan iklim, yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

Antara 2030 dan 2050, perubahan iklim diperkirakan akan menyebabkan kematian tambahan hingga 250.000 per tahun, akibat malnutrisi, malaria, diarem dan stres akibat panasnya suhu.

Baca juga: WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Global Terkait Wabah Ebola

2. Pandemi Flu Global

Seorang perawat melakukan pemeriksaan terhadap pasien flu. (Foto: WHO/Tom Pietrasik)

Menurut WHO, dunia akan menghadapi pandemi influenza lainnya. Namun, tingkat keparahan dan waktu dampaknya belum ditentukan. WHO terus memantau sirkulasi virus influenza untuk mendeteksi potensi pandemi dengan 153 institusi di 114 negara yang terlibat dalam pengawasan dan respons global.

Setiap tahunnya, WHO merekomendasikan strain yang harus dimasukkan dalam vaksin flu untuk melindungi orang dari flu musiman.

3. Antimikroba Kebal

Petugas memeriksa antibiotik. (Foto: WHO/Q. Mattingly)

Perkembangan antibiotik, antivirus, dan antimalaria adalah beberapa keberhasilan terbesar dari obat modern. Namun, penggunaan antibiotik yang berlebihan telah mengakibatkan penyebaran antimikroba yang kebal.

Hal ini menyebabkan kemampuan bakteri, parasit, virus, dan jamur untuk melawan obat tersebut, sehingga menimbulkan ancaman serius bagi pengobatan modern. Kelebihan pemakaian antibiotik ini bukan hanya menimbulkan ancaman untuk manusia, namun juga hewan.

 Dalam rencana mereka, WHO bertujuan untuk memenuhi tantangan ini secara langsung dengan peningkatan kesadaran dan penggunaan antimikroba yang terkontrol.

Baca juga: Miris, Ini 5 Kota Tempat Si Kaya dan Si Miskin Hidup Berdampingan

4. Ebola dan Pantogen Berisiko Tinggi 

Petugas kesehatan di wilayah terdampak Ebola. (Foto: WHO)

Pada 2018, Republik Demokratik Kongo dilanda wabah Epola terpisah di dua wilayahnya, yang keduanya menjangkiti lebih dari satu juta orang di zona-zona konflik aktif.

Hal tersebut menunjukan bahwa konteks di mana epidemi merupakan ancaman tinggi patogen seperti Ebola yang terus meluas.

WHO mengidentifikasi beberapa penyakit dan patogen yang dapat menyebabkan keadaan darurat kesehatan masyarakat tetapi kurang perawatan dan vaksin yang efektif. 

Penyakit pada daftar ini termasuk Ebola, Zika, Nipah, coronavirus sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV), Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) dan penyakit X.

5. HIV

Tanda HIV dalam wajah seorang perempuan. (Foto: Epa-Efe/Divyakant Solanki via WHO)

Meski terdapat kemajuan yang dibuat terhadap HIV sangat besar, namun epidemi ini terus mengamuk dengan hampir satu juta orang setiap tahunnya mati akibat HIV/AIDS.

Sejak awal epidemi ini, lebih dari 70 juta orang terinfeksi, dan 35 juta orang telah tewas. Hari ini, sekitar 37 orang di seluruh dunia hidup terjangkit HIV.

Tahun ini, WHO berencana untuk mempromosikan uji pribadi sehingga setiap orang dapat mengidentifikasi status mereka dan memilih pengobatan yang sesuai.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: