Pantau Flash
Menkes Terawan: 9 WNI Positif Korona di Diamond Princess Tidak Sakit Berat
Kompetisi J-League Ditunda Akibat Virus Korona
Pemerintah Berikan Diskon Tarif Pesawat Akibat Serangan Korona
Komisi III DPR RI Desak MenkumHAM Yasonna Laoly Evaluasi Pegawai
Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa IPB Jadi Petani Modern

5 Fakta Mengejutkan di Balik Misi Apollo 11 yang Berhasil Mendarat di Bulan

Headline
5 Fakta Mengejutkan di Balik Misi Apollo 11 yang Berhasil Mendarat di Bulan Neil Amstrong dan bendera Amerika Serikat. (Foto: NASA via Reuters)

Pantau.com - Sudah setengah abad sejak Neil Amstrong menjejakkan kaki di permukaan bulan pada 20 Juli 1969. Momen tersebut menandai era keemasan eksplorasi ruang angkasa manusia. 

Secara luas diyakini bahwa misi Apollo 11 berhasil mendaratkan orang pertama di bulan, namun banyak juga yang mengklaim bahwa pendaratan itu palsu. Apollo merupakan program yang menandai kemenangan terbesar Amerika Serikat dalam perlombaan angkasa dengan Uni Soviet.

Pendaratan Apollo di bulan yang dilakukan astronot Amerika Serikat pada tahun 1969 telah banyak menimbulkan teori konspirasi, yang mengklaim bahwa foto-foto, video, dan bahan lainnya tentang ekspedisi itu dipalsukan oleh NASA.

Berikut adalah beberapa fakta yang mungkin belum Anda diketahui tentang misi pertama bersejarah manusia ke bulan.

Baca juga: Rekaman Pertama Pendaratan Apollo 11 di Bulan Terjual 2 Juta Dolar AS

1. Kecelakaan Neil Amstrong Saat Latihan

Kecelakaan Neil Amstrong saat simulasi misi Apollo 11. (Foto: NASA via Reuters)

Neil Amstrong kehilangan kendali atas kendaraan udara dalam simulasi misi ke bulan sebagai komandan Apollo 11 di Ellington Air Force Base di Houston. Pada ketinggian 200 kaki di udara, Armstrong memutuskan untuk melontarkan diri, dan kendaraan itu menabrak dan terbakar hanya beberapa detik kemudian ketika dia melayang dengan aman ke tanah menggunakan parasut.

2. Wanita di Balik Misi Apollo

Katherine Johnson. (Foto: NASA via Reuters)

Di balik suksesnya misi Apollo 11, terdapat sejumlah peran wanita yang membantu Amstrong mencapai bulan. Pertama ada Ahli matematika riset NASA Katherine Johnson yang menulis perhitungan untuk lintasan Apollo ke bulan. Ia bekerja sebagai "komputer manusia" untuk memeriksa dan memverifikasi perhitungan insinyur di Komite Penasihat Nasional untuk Aeronautika (NACA), lembaga yang mendahului NASA. Dia dianugerahi Presidential Medal of Freedom pada tahun 2015 dan kisah hidupnya diubah menjadi film 2016 "Hidden Figures".

Selain itu, Ilmuwan komputer Margaret Hamilton, direktur divisi rekayasa perangkat lunak di Laboratorium Instrumentasi MIT, memimpin tim yang menulis sistem panduan dan navigasi untuk pesawat ruang angkasa Apollo.

3. Bendera AS dan Batuan Bulan

Neil Amstrong dan bendera Amerika Serikat. (Foto: NASA via Reuters)

Neil Amstrong membuat langkah bersejarah pertama dengan menginjakkan kaki di bulan. Ia kemudian menancapkan bendera Amerika Serikat yang didesain oleh Jack Kinzler, kepala divisi layanan teknis, dan wakil kepala divisi David McCraw menjahit keliman ke atas bendera nilon berukuran 3x5 dan menyelipkan sebuah batang aluminium yang akan menahan bendera itu ke samping.

Selain itu, Amstrong juga diketahui telah menyimpan segenggam batu dan tahan di saku pakaian antariksanya sebagai 'sampel tak terduga'.

Baca juga: Jelang 50 Tahun Pendaratan Pertama di Bulan, Tim Apollo 11 Unggah Ini

"Bulan memiliki keindahan tersendiri, seperti padang pasir tinggi di Amerika Serikat," kata Neil Amstrong dalam wawancaranya pada 2001.

Jika para astronot harus bergegas dari permukaan, setidaknya para ilmuwan memiliki beberapa bahan untuk dikerjakan. Para kru mengumpulkan 47,51 pon batu dan tanah dari bulan. Tiga mineral ditemukan dari sampel: armalcolite, tranquillityite dan pyroxferroite. Armalcolite, pertama kali ditemukan di Sea of Tranquality, dinamai sesuai dengan nama awak misi Apollo 11: Armstrong, Aldrin, dan Collins. Mineral itu kemudian juga ditemukan di Bumi. 

4. Karantina Awak Usai Misi Apollo

Karantina para awak misi Apollo 11. (Foto: NASA via Reuters)

Untuk mencegah kontaminasi di Bumi dengan patogen bulan, kru ditempatkan di Fasilitas Karantina Bergerak (MQF) selama tiga minggu. Unit, dibangun dari trailer Airstream aluminium setinggi 35 kaki, dirancang oleh Melpar Inc. 

Tempat itu juga dilengkapi peralatan komunikasi sehingga kru yang kembali dapat berbicara dengan keluarga mereka dan kepada Presiden Richard Nixon, yang berada di atas USS Hornet untuk menyambut mereka kembali ke Bumi. Akhirnya, ditentukan tidak ada organisme hidup di bulan, dan prosedur karantina terhadap 'kuman luar angkasa' dihentikan setelah Apollo 14.

5. Pidato Cadangan Presiden Rixhard Nixon

Tayangan langsung televisi saat misi Apollo 11. (Foto: Reuters)

Presiden Richard Nixon ternyata memiliki pidato yang disiapkan seandainya Neil Armstrong dan Buzz Aldrin tidak berhasil kembali dari bulan. Penulis pidato William Safire menyarankan presiden menelepon para janda untuk menyampaikan belasungkawa sebelum pidatonya, di mana Safire membuat kalimat pembuka ini: "Nasib telah meghabiskan bahwa orang-orang yang pergi ke bulan untuk menjelajah dengan damai akan tetap di bulan untuk beristirahat dalam damai."

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional