Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

5 Misteri yang Tak Terungkapkan dari Insiden Horor 9/11

5 Misteri yang Tak Terungkapkan dari Insiden Horor 9/11 Serangan 11 September pada World Trade Center. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Lebih dari setengah penduduk Amerika Serikat percaya bahwa pemerintah telah menyebunyikan informasi tentang tragedi bersejarah pada menara kembar World Trade Center di New York.

Pada 11 September 2001, 19 militan dari kelompok ekstremis Islam, Al-Qaeda, membajak empat pesawat dan melakukan serangan bunuh diri yang menargetkan warga Amerika Serikat.  Sekitar tiga ribu orang terbunuh akibat aksi teroris 9/11 tersebut.

Berikut hal rahasia yang tidak diketahui tentang tragedi 9 September dikutip dari Readers Digest.

1. Rentannya Gedung

Menara Kembar di WTC. (Foto: Joseph Sohm/Shutterstock)

Menara kembar dirancang dengan sistem kuat untuk menahan dampak dari pesawat jet komersial, namun kedua menara itu runtuh dalam waktu dua jam usai tabrakan terjadi. Paradoks tersebut melahirkan sejumlah teori mengenai adanya penanaman peledak di sejumlah gedung tersebut.

Baca juga: Wow, CIA Gunakan Serum Kebenaran untuk Narapidana Teror WTC 9/11

Namun, Snopes dalam lamannya menyebutkan bahwa teori tersebut tidak berdasarkan ilmiah. Meski demikian, timbul pertanyaan besar mengapa menara tersebut dengan mudahnya runtuh seperti rumah kartu?

2. Misteri Molten Alumunium

Molten Alumunium. (Foto: Alterfalter/Shutterstock)

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan pesawat terbang salah satunya adalah alumunium. Menurut situs Smithsonian, dua ilmuan telah secara independen menunjukkan bahwa pada suhu yang sangat tinggi, alumunium dapat mencair dan menjadi bahan peledak yang kuat ketika kontak langsung dengan air. 

Ilmuan itu berteori bahwa menara yang tertabrak menjadikan suhu tinggi dan mencairkan alumunium, yang kemudian kontak dengan air dari sprinklers bangunan. Teori ini dapat menjelaskan bagaimana menara kembar itu runtuh.

3. Adanya Peringatan

Logo NSA. (Foto: G0D4ATHER/Shutterstock)

Sehari sebelum serangan 9/11, Badan Keamanan Nasional (NSA) pemerintah AS telah menyadap dua komunikasi, baik dari Afghanistan atau Arab Saudi. Salah satu mengatakan "tomorrow is zero hour", dan yang lain mengatakan "pertandingan dimulai besok". Sayangnya, pesan ini tidak dihiraukan sampai 12 September, menurut CNN.

Baca juga: 5 Ramalan Mengerikan Dunia yang Jadi Kenyataan, Salah Satunya di Tanah Jawa

Berbagai asumsi keluar mempertanyakan apa yang dilakukan NSA pada hari tersebut. Padahal, CIA telah mengeluarkan kewaspadaan tinggi sejak 23 Agustus terkait dengan serangan teroris Al Qaeda yang diprediksi semakin mendekat.

4. Peringatan FAA

Ilustrasi pesawat. (Foto: Marumaru/Shutterstock)

Pada tanggal 31 Juli 2001, FAA mengeluarkan peringatan bahwa "kelompok teror dikenal sebagai pesawat yang tengah melakukan perencanaan dan pelatihan untuk pembajakan". Menurut CNN, peringatan tersebut bukanlah yang pertama dikeluarkan oleh pemerintah. 

Bahkan, jauh pada 1998, sebagai tanggapan atas pernyataan tak menyenangkan Osama bin Laden, FAA telah memperingatkan maskapai penerbangan dan bandara untuk berada dalam kewaspadaan tinggi. Berapa lama pemerintah telah memperhatikan bahwa serangan teroris besar di Amerika Serikat sedang direncanakan?

5. Minimnya Informasi FBI

Logo FBI. (Foto: Mark Van Scyoc/Shutterstock)

Pada tanggal 6 Agustus 2001, CIA melapor kepada Presiden George W. Bush bahwa Al-Qaeda merencanakan pembajakan maskapai, menurut CNN; informasi tersebut diteruskan ke Kedutaan besar dan organisasi luar negeri lainnya. Namun, teori konspirasi terbesar mengenai serangan 9/11 adalah mengapa CIA terus memblokir komunikasi yang akan memberikan informasi kepada FBI mengenai serangan yang akan datang. 

"Ini sangat mengerikan, kami masih tidak tahu apa yang telah terjadi," kata salah satu pemimpin FBI agen kontraterorisme kepada Newsweek. 

"Saya sedih dan tertekan tentang hal itu," Mark Rossini, salah satu dari dua agen FBI ditugaskan untuk CIA Osama bin Laden unit, kepada Newsweek. Tampaknya CIA memblokir informasi mengenai kemungkinan serangan pada 2000 dan 2001 dari FBI. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW