Pantau Flash
Di Hari Raya Idul Fitri, Kasus Positif COVID-19 Naik 3.448 dengan Total 1.731.652
Menag Yaqut: Selamat Memperingati Kenaikan Isa Almasih
Anies Apresiasi Sikap Presiden Jokowi Soal Palestina
11.281 Personel Gabungan Diturunkan Amankan Pelaksanaan Salat Ied di 2.922 Masjid di Jakarta
TPU Pondok Kelapa Tiadakan Kegiatan Ziarah hingga 16 Mei 2021

5 Orang Ini Nekat Memalsukan Kematiannya Sendiri

5 Orang Ini Nekat Memalsukan Kematiannya Sendiri Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sejumlah orang kerap memalsukan kematiannya sendiri karena berbagai alasan untuk keluar dari masalah, seperti lari dari ancaman, hutang, hingga hukuman penjara. 

Namun, semua upaya itu pada akhirnya terbongkar juga. Sejumlah orang berhasil ditangkap oleh polisi dan ada pula yang tiba-tiba muncul sendiri lalu mengakui bahwa kematian mereka adalah rekayasa.

Berikut 5 orang yang dengan sengaja memalsukan kematiannya. Siapa saja mereka?

1. Juan Pujol Garcia

Juan Pujol Garcia. (Foto: Stuart Clarke/Mail on Sunday)

Ketika Perang Dunia II berakhir di Eropa, mata-mata Inggris, Juan Pujol Garcia, dengan bantuan MI5, memalsukan kematiannya sendiri dengan alasan terjangkit malaria untuk tetap mengawasi Jerman. 

Istrinya tak pernah percaya kabar kematian suaminya itu, dan Garcia ditemukan empat dekade kemudian oleh seorang wartawan, Nigel West. Garcia dijuluki "agen Garbo" karena keterampilan aktingnya yang terhormat, dan merupakan salah satu pengintai paling terkenal di Eropa.

Baca juga: Deretan Pemimpin Paling Diktator dan Terkejam Dunia, Adakah dari Indonesia?

2. Lord Lucan

Lord Lucan. (Foto: Evening News/Shutterstock)

Richard John Bingham, keturunan ketujuh Earl of Lucan, merupakan seorang kerabat dari Putri Diana, Princess of Wales. Lord Lucan, menghilang pada November 1974 usai kasus penyerangan pengasuh anak dan istrinya. 

Lucan kemudian diidentifikasi sebagai pelaku. Mobilnya ditinggalkan dengan botol obat di dalamnya, yang tampak seolah-olah Lucan telah bunuh diri. Namun, banyak kabar beredar bahwa Lucan memalsukan kematiannya dengan bantuan teman-temannya yang kaya.

3. John Stonehouse

John Stonehouse. (Foto: Tony Wallace/Daily Mail)

Politisi Inggris sekaligus anggota parlemen, John Stonehouse, dilaporkan tenggelam di Florida pada 1974. Ia dinyatakan tewas, namun dua bulan kemudian ia ditemukan di Australia. 

Stonehouse memalsukan kematiannya karena dirinya disebutkan terlilit hutang. Pada 1976, ia dijatuhkan hukuman karena telah melakukan penipuan.

Baca juga: Ini Deretan Hal Aneh Pemerintah AS dalam Menghabiskan Anggaran

4. Arkady Babchenko

Arkady Babchenko. (Foto: Efrem Lukatsky/Shutterstock)

Pada 2018, wartawan Rusia, Arkady Babchenko, memalsukan kematiannya sendiri dengan bantuan layanan keamanan Ukraina. Sebuah kontrak telah diambil oleh Babchenko, sehingga pasukan keamanan merencanakan sebuah 'pembunuhan' di apartemen miliknya.

Di dalam apartemennya ditemukan Babchenko dengan bersimbah darah, yang diketahui bahwa darah tersebut merupakan darah babi. Rupanya usaha memalsukan kematiannya itu untuk menghindari ancaman pembunuhan terhadapnya. Usai ancaman terebut hilang, Babchenko mengungkapkan kebenarannya, namun semua orang merasa telah dimanipulasi.

5. John Darwin

John Darwin. (Foto: Shutterstock)

John Dawrin dilaporkan tenggelam saat melakukan aktivitas kano di North Sea pada 2002. Nyatanya, kematiannya dipalsukan untuk mengklaim asuransi jiwa. Pada 2007, Darwin muncul di kantor polisi London dengan berpura-pura mengalami amnesia.

Namun, rencana Darwin semua terbongkar saat salah satu orang menemukan fotonya di Panama tengah membeli properti. Darwin kemudian dijatuhi hukuman enam tahun karena penipuan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: