Pantau Flash
Hasil Survei: Ahok Unggul Atasi Banjir-Macet Ketimbang Anies
Ahsan/Fajar Bawa Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2020
Andre Rosiade Grebek Prostitusi Online, Gerindra: Itu Tidak Salah
5.518 SPBU Akan Dipasang Digital Nozzle
Menko Luhut Beberkan Upaya Indonesia Tekan Defisit Perdagangan

5 Skandal Keluarga Kerajaan Arab Saudi, Kematian Khashoggi Paling Gempar

5 Skandal Keluarga Kerajaan Arab Saudi, Kematian Khashoggi Paling Gempar Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammmed bin Salman. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Kerajaan Arab Saudi didirikan oleh Abdulaziz Al Saud dari Dinasti Saud pada 23 September 1932. Saudi kemudian menjadi produsen dan pengekspor minyak terbesar di dunia. Melimpahnya minyak dan gas di Saudi menghasilkan pundi-pundi uang yang memungkinkan keluarga kerajaan memiliki kehidupan yang mewah.

Seperti kerajaan yang lain, Saudi juga tak lepas dari sorotan anggota kerajaan yang memiliki skandal yang mencoreng nama baik Arab Saudi. Salah satunya Mohammed bin Salman (MbS). Kasus pembunuhan keji seorang wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di Turki beberapa waktu lalu sampai saat ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Kasus pembunuhan itu menyeret keluarga kerajaan MbS.

Berikut 5 skandal keluarga kerajaan Arab Saudi yang menggegerkan dunia internasional.

1. Pembunuhan Raja Faisal


Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz (Foto: Twitter.com)

Raja Faisal meninggal dunia pada 25 Maret 1975 usai ditembak oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaed dalam sebuah acara kerajaan. 

Saat itu Raja Faisal tengah membungkuk untuk mencium keponakannya itu namun langsung diarahkan pistol dan ditembak dibagian bawah dagu dan telinga Raja.

Ia kemudian dinyatakan bersalah. Pada Juni 1975, Faisal bin Musaed dieksekusi mati dalam kasus pembunuhan sang raja. Eksekusi pancung dilakukan di sebuah alun-alun di Riyadh. Motif pembunuhan itu sampai saat ini masih belum jelas. Namun, spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa aksi itu sebagai upaya balas dendam atas kematian saudaranya Khalid, yang tewas dalam bentrokan dengan aparat pada 1966.

Baca juga: PBB: Mohammed bin Salman Pelaku Pembunuhan Khashoggi

2. Mohammed bin Salman (MbS)


Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammmed bin Salman. (Foto: Reuters)

Pangeran Saudi itu menjadi perbincangan dunia usai dirinya disebut menjadi dalang dari kematian Jamal Khashoggi, kolumnis The Washington Post yang terakhir kali terlihat pada 2 Oktober 2018 di Gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Arab Saudi sebelumnya membantah kerajaan telah terlibat dalam aksi keji itu, namun sepekan kemudian mengakui telah terjadi 'operasi nakal' yang menewaskan Khashoggi. Kolumnis itu dilaporkan dimutilasi yang saat ini jasadnya tak pernah ditemukan.

Callamard yang merupakan Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Ekstrayudisial, Ringkasan, Arbitrasi PBB, mengatakan bahwa MbS bertanggung jawab atas kasus pembunuhan Khashoggi. Dalam laporan yang dikatakan 'kredibel', Arab Saudi telah mengahncurkan bukti secara menyeluruh, bahkan secara forensik, salah satunya dengan membersihkan TKP.

Menurut rekaman sebelum pembunuhan, seorang pejabat konsulat sempat mengungkapkan bahwa Jamal Khashoggi merupakan salah satu pribadi yang 'sedang dicari' Saudi.

3. Hukuman Mati Romeo dan Juliet Saudi

Putri Misha'al saat dieksekusi. (Foto: findagrave.com)

Putri Misha'el bint Fahd bin Mohammed Al Saud merupakan salah satu putri kerajaan yang menolak untuk perjodohan. Untuk lari dari perjodohan itu, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di luar Arab. ia disebutkan juga telah memalsukan kematiannya agar lolos dari upaya perjodohan dan bisa hidup bersama kekasihnya. 

Namun, ia tertangkap saat berpergian dengan sang kekasih dan dihadapkan dengan dua pilihan keluarga, yakni mengaku berzinah dengan konsekuensi hukuman mati atau berbohong dengan dijodohkan kembali. Karena cintanya yang besar kepada Mulhallal, ia memutuskan untuk mengaku bahwa ia telah berzinah yang mengakibatkan keduanya dihukum mati.

Mulhallal diwajibkan untuk menyaksikan kematian Misha’el terlebih dahulu sebelum akhirnya ia dihukum mati. Cerita kehidupan Misha’el ini terjadi menjadi sorotan publik dan diangkat menjadi film "Death of a Princess".

Baca juga: Arab Saudi Tolak Penyelidikan Internasional Kasus Pembunuhan Khashoggi

4. Kokain di Pesawat Pangeran Arab

Pangeran Nayef bin Fawwaz Al Shalaan didakwa di Amerika Serikat dan Prancis atas keterlibatannya dalam operasi perdagangan narkoba antara Amerika Selatan dan Eropa, pada tahun 2004.

Pangeran Nayef dilaporkan menyelundupkan kokain lewat pesawat pribadinya, jenis Boeing 727. Pangeran dituduh menyelundupkan 1.980 kokain ke Prancis pada Mei 1999. Meski menerapkan hukum keras terhadap perdagangan narkoba, Saudi meloloskan sang pangeran --yang mengaku pertemuannya dengan pihak Kolombia adalah mencari investor usaha plastik.

5. Raja Fahd Meminta Istri Menggugurkan Kandungan

Raja Fadh. (Foto: dailymail.co.uk)

Raja Fahd dikabarkan memiliki sejumlah istri, termasuk istri simpanan yang tak diungkapkan di publik. Menurut cerita, tahun 1968 lalu, Raja Fahd pernah menikah dengan Janan Harb. Tiga tahun keduanya menjalani bahtera rumah tangga yang harmonis di Istana, namun harb dideportasi ke Inggris.

Menurut pegakuan Harb, Fahd enggan memiliki anak bersamanya sehingga selalu memintanya untuk menggugurkan kandungannya selama tiga kali.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: