Pantau Flash
Bappenas Sebut Ekonomi Indonesia 2021 Tergantung Donald Trump
Dua dari Tiga Pasien yang Dirawat RSHS Bandung Dinyatakan Negatif Korona
Menlu Retno Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Dewan HAM PBB
Omnibus Law Diklaim Kurangi Tumpang Tindih Aturan di Sektor Pertambangan
BNPB: Tsunami Dapat Dicegah dengan Vegetasi

5 Warisan Hilang Akibat Perang, Makam Nabi Yunus hingga Buddha Raksasa

5 Warisan Hilang Akibat Perang, Makam Nabi Yunus hingga Buddha Raksasa Patung Buddha raksasa di Lembah Bayiman. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Perang kemanusian dan konflik bersenjata yang terus berkelanjutan di Timur Tengah telah menewaskan ribuan orang dan membuat 10 juta orang berada di ambang kelaparan menurut laporan PBB pada Februari silam.

Tidak hanya itu, perang di Timur Tengah juga meninggalkan bekas luka permanen terhadap warisan budaya manusia. Sejumlah karya seni telah hancur akibat hantaman rudal yang terjadi di wilayah konflik.

Berikut 5 kekayaan budaya yang hilang akibat perang di Timur Tengah.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Terjadi di Ibu Kota Afghanistan, 63 Orang Tewas

1. Buddha Bamiyan, Afghanistan

Patung Buddha raksasa di Lembah Bayiman. (Foto: Reuters)

Lembah Bamiyan dikenal dengan dua patung Buddha raksasa berukuran 180 kaki (55 meter) dan tinggi 125 kaki (38 meter). Pada 2001, pasukan Taliban menggunakan dinamit, artileri, dan senjata anti-pesawat untuk menghancurkan patung-patung itu di tengah kecaman internasional yang meluas.

Menurut catatan ensiklopedia Britannica, Bamiyan pertama kali disebutkan dalam sumber-sumber manuskrip Cina abad ke 5, dan diketahui dikunjungi oleh para biksu Buddha Cina dan pelancong asal Faxian dan Xuanzang. Saat itu, tempat ini juga menjadi pusat perdagangan di Jalur Sutra dan basis Buddhisme.

2. Masjid Agung al-Nuri, Mosul, Irak

Masjid Agung al-Nuri. (Foto: Reuters)

Masjid abad ke-12 ini dikenal karena menara miringnya yang mendapat julukan "al-hadba" (bungkuk) dan merupakan situs di mana pemimpin Negara Islam Abu Bakar al-Baghdadi menyatakan berdirinya kekhalifahan baru pada 2014. 

Tak ada yang tahu penyebab kemiringan menara. Menurut kepercayaan setempat, menara itu membungkuk kepada Nabi Muhammad SAW. Cerita itu mengabaikan fakta Rasulullah SAW meninggal beberapa abad sebelum masjid itu dibangun.

Namun para ahli percaya, kemiringan disebabkan angin barat laut, efek matahari pada batu bata di sisi selatan, atau gypsum lemah yang digunakan menahan batu bata.

Menurut pejabat Irak, militan ISIS menghancurkan landmark ini pada Juni 2017, sementara ISIS mengklaim bahwa masjid hancur setelah serangan udara AS. Namun, militer Amerika Serikat membantah melakukan tindakan semacam itu.

3. Kuil Bel, Suriah

Kuil Bel di Suriah. (Foto: Reuters)

Baca juga: Ini Deretan Negara Islam yang Menindas Negara Islam di Timur Tengah

Citra satelit yang diperoleh PBB pada September 2015 mengkonfirmasi bahwa militan ISIS merobohkan Kuil Bel yang berusia 2.000 tahun di Palmyra, Suriah. Kuil Bel didedikasikan untuk para Dewa Palmyra dan menjadi salah satu kota kuno terbaik.

Berita itu datang seminggu setelah laporan muncul bahwa gerilyawan telah menghancurkan kuil kuno Baalshamin, yang terletak di kompleks yang sama. Satu-satunya hal yang tetap utuh adalah pintu masuk utama yang melengkung ke kuil. Kota Palmyra adalah salah satu kota tertua di Suriah dan memiliki beberapa monumen penting bersejarah.

4. Kota Kuno Bosra, Suriah

Kota Kuno Bosra. (Foto: Reuters)

Situs Warisan Dunia UNESCO ini adalah ibu kota provinsi Romawi di kawasan Arab dan persinggahan bersejarah di rute karavan ke Mekah. Penembakan selama perang telah merusak kota kuno itu, yang dikenal karena teater Romawi abad ke-2 dan reruntuhannya dari periode Romawi, Bizantium, dan masa awal Islam.

5. Makam Nabi Yunus, Mosul, Irak

Kompleks makam Nabi Yunus. (Foto: Getty Images)

Menurut tradisi Islam dan Yahudi-Kristen, situs itu adalah tempat pemakaman Nabi Yunus dan karenanya dihormati oleh anggota komunitas Kristen dan Muslim. Pada 2014, situs kuno itu diledakkan oleh militan ISIS, seperti dinyatakan oleh pejabat pertahanan sipil di Irak.

Para penjarah menggali sistem terowongan di bawah sisa-sisa makam yang hancur. Tidak jelas persis berapa banyak artefak yang dijarah pencuri dari bawah makam, demikian seperti dikutip dari Live Science.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - NPW
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: