Pantau Flash
Positif COVID-19 di DKI Jakarta Bertambah Terus hingga 7.153 Kasus
Kasus Positif COVID-19 RI 25.773, Nihil Kasus Baru di 10 Provinsi
Desak Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Dibawa ke Jakarta
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China
Ada 4.599 Kendaraan Menuju Jakarta Diputarbalik

Aktor Jackie Chan Turun Gunung Atasi Unjuk Rasa di Hong Kong

Aktor Jackie Chan Turun Gunung Atasi Unjuk Rasa di Hong Kong Aktor Jackie Chan mengatakan kerusuhan di Hong Kong ‘menyedihkan dan menimbulkan tekanan’. (Foto: Reuters: Phil McCarten)

Pantau.com - Hanya beberapa ratus meter dari kompleks olahraga Shenzhen Bay di mana ribuan polisi paramiliter dan truk mereka berkumpul, turis serta penduduk setempat menikmati jalan-jalan sore di sepanjang teluk tersebut.

Beberapa orang tampaknya sadar akan pasukan yang telah dikumpulkan Pemerintah China di dalam stadion yang diamankan dengan ketat di dekatnya.

Tetapi semua orang yang berbicara dengan ABC sangat menyadari adanya kerusuhan, yang mencengkeram Hong Kong, kota yang hanya terletak beberapa kilometer jauhnya di seberang selat.

"Saya membaca berita tentang Hong Kong dan saya pikir mereka benar-benar di luar kendali. Orang-orang muda berhenti bekerja untuk memprotes," kata seorang perempuan berusia dua puluhan bernama Wang, yang menolak untuk memberikan nama lengkapnya.

Baca juga: Miris! Bayi Dugong Ini Akhirnya Mati Dibunuh Sampah Plastik

Awalnya ketika protes dimulai, di mana 2 juta orang berunjuk rasa menentang kesepakatan ekstradisi dengan China daratan, pasukan sensor Beijing mencoba untuk menghapus setiap penyebutan aksi ini dari internet di negara itu. Tetapi dengan penyebaran berita yang masif, Pemerintah China tiba-tiba mengubah taktik.

Sebagai gantinya, mereka membuat Hong Kong sebagai berita utama, meluncurkan kampanye propaganda lengkap untuk menghujat para pemrotes sebagai "kriminal kejam", "penjahat" dan bahkan mengatakan beberapa di antaranya adalah "teroris".

Bentrokan kekerasan mingguan dengan polisi telah digambarkan oleh Beijing sebagai kesalahan total para pemrotes "radikal".

Di internet global di luar sensor China, perang informasi sengit telah meletus antara kelompok pro dan anti-China. Muncul video pendek yang sangat diedit dari kedua sisi sebagai alat utama pertempuran.

"Mereka meminta demokrasi pada orang Amerika kan?," kata seorang mahasiswa bermarga Zhang sambil menyeruput teh susu di tepi pantai Shenzhen Bay.

"Saya pikir pihak asing telah mendukung kerusuhan itu dan memperburuknya," katanya.

"Banyak anak muda Hong Kong yang menyalahgunakan demokrasi untuk memusnahkan hubungan China dan Hong Kong secara egois," katanya.

Baca juga: Miris Gengs... Sampah Mikroplastik Sudah Ditemukan di Kutub Utara

Dalam beberapa hari terakhir, upaya yang didalangi negara untuk mengendalikan narasi itu memburuk ketika sekelompok pemrotes di Bandara Internasional Hong Kong mengerumuni dua orang pria, mengikat mereka dan mempermalukan mereka sementara para turis yang telantar menyaksikannya.

Salah satu korban, seorang wartawan untuk Global Times dari Partai Komunis, ditemukan memiliki kaus pro-polisi, memicu tuduhan dari para pengunjuk rasa bahwa ia adalah seorang informan yang mencoba menyusup ke dalam kelompok tersebut.

Tetapi foto-foto dari sekelompok pemuda bertopeng yang menyorotkan amarah dan mengaraknya dengan troli bagasi dan tereksposmedia dunia telah menyebabkan kemarahan otoritas China daratan.

"Ia dipukuli hanya karena ia mendukung kepolisian Hong Kong. Ini sangat berbeda dari apa yang mereka katakan tentang demokrasi dan kebebasan. Ini konyol," kata seorang mahasiswa lain yang bermarga Qiu, yang juga tak ingin memberikan nama lengkapnya.

Bela bendera China

Aktor Jackie Chan mengatakan kerusuhan di Hong Kong ‘menyedihkan dan menimbulkan tekanan’. Banyak penduduk China daratan merasa warga Hong Kong memiliki hak istimewa dan telah lama memandang rendah mereka sebagai sepupu yang lebih miskin dan tertindas yang tak memiliki kemakmuran global dari bekas koloni Inggris-sebuah persepsi yang diperkuat oleh aksi unjuk rasa ini.

"Sebagai orang daratan, kami mungkin didiskriminasi di Hong Kong," kata Qiu.

"Saya pikir Hong Kong adalah bagian dari China, kami adalah satu keluarga. Kami tak ingin mendengar 'persetan', kami ingin diperlakukan dengan adil," katanya.

Baca juga: Demonstran di Hong Kong Serukan Kuras Uang ATM, Ekonomi China Bisa Goyang

Dalam beberapa pekan terakhir, media pemerintah China juga telah menggencarkan kampanye tentang bendera negara itu, setelah pengunjuk rasa memotong satu bendera dan melemparkannya di pelabuhan Hong Kong tindakan yang akan dipenjarakan di China daratan.

Di antara selebriti terkemuka yang bergabung dengan kampanye online untuk "menjaga" kehormatan bendera itu adalah Jackie Chan, artis kelahiran Hong Kong, yang minggu ini muncul di televisi Pemerintah untuk mengekspresikan patriotismenya dan rasa hormatnya.

Dalam beberapa menit setelah memulai wawancara di pantai Teluk Shenzhen untuk mengukur sentimen lokal terhadap Hong Kong, pasangan muda yang berkunjung dari Beijing menolak untuk berbicara dengan ABC, mengklaim bahwa kami akan "mencoreng China".

Mereka kemudian segera pergi ke dua anggota polisi militer yang berpatroli untuk melaporkan kami, dan berjalan pergi. Sepasang petugas berpakaian kamuflase memfilmkan dan mengikuti kami sampai kami pergi.

Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: