Pantau Flash
Bawaslu Tegaskan ASN Tidak Netral Jika Petahana Ikut Pilkada
Wagub DKI: Belum Ada Tanda Lonjakan Kasus COVID-19 Akibat Demo
Publik Bisa Akses Seluruh Naskah UU Ciptaker Setelah Diteken Presiden
Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Jadi 381.910 per 23 Oktober
Polri Tetapkan 8 Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung

Alkohol Kuno Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di China Tengah

Alkohol Kuno Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di China Tengah Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Cairan dalam sebuah cerek perunggu berusia 2.000 tahun yang ditemukan di Provinsi Henan, China tengah, pada Mei telah dipastikan merupakan alkohol, kata para arkeolog pada Kamis waktu setempat (17/9/2020).

Setelah pengambilan sampel dan pengujian, para peneliti menemukan bahwa lebih dari 3.000 mililiter cairan di dalam sebuah cerek yang bagian lehernya melengkung berbentuk angsa itu merupakan minuman obat dari masa awal Dinasti Han Barat (206 SM-25 M).

Ramuan itu digunakan untuk menghentikan pendarahan dan mengurangi peradangan, menurut lembaga peninggalan budaya dan arkeologi Sanmenxia, kota tempat cerek itu ditemukan.

"Laporan uji cairan tersebut menunjukkan bahwa cerek itu bisa menjadi wadah minuman, dan minuman beralkohol dapat dituangkan dari lubang kecil di atasnya," kata Zheng Lichao, kepala institut tersebut.

Baca juga: Ahli Virologi China: COVID-19 Dibuat Manusia di Laboratorium Wuhan

"Saat ini, kami sedang melanjutkan analisis isotop karbon dan nitrogen serta penelitian lain pada cairan tersebut untuk memeroleh lebih banyak informasi tentang bahan mentah, proses pembuatan, dan fungsinya," ungkap Yang Yimin, profesor di Universitas Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Para arkeolog menemukan cerek tersebut di sebuah kompleks makam kuno di Desa Houchuan di Sanmenxia, yang jika dilihat dari bentuknya, dibangun pada awal Dinasti Han Barat.

Baca juga: Jaga Warga dari COVID-19, Thailand Bayar Warga Berlibur di Dalam Negeri

Pemilik makamnya merupakan seorang pria dengan tinggi sekitar 1,8 meter. Namun, akibat proses pengawetan tulang manusia yang buruk, usia dan penyebab kematiannya masih belum diketahui. Selain cerek perunggu, peralatan perunggu lainnya, serta giok, tembikar, dan peralatan besi juga ditemukan di makam tersebut.

Terletak di antara dua ibu kota China kuno, Xi'an dan Luoyang, Sanmenxia dulunya berfungsi sebagai jalur militer dan lalu lintas, sehingga membuatnya kaya akan peninggalan sejarah. 


Tim Pantau
Sumber Berita
Xinhua
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: