Anjing Serang Orang hingga Tewas di Korea, Pemilik Ditangkap setelah 1 Tahun Penyelidikan

Headline
Ilustrasi seekor anjing. (Foto: Pixabay)Ilustrasi seekor anjing. (Foto: Pixabay)

Pantau.com – Seorang pemilik peternakan anjing telah ditangkap dan didakwa atas pembunuhan tidak disengaja dan tuduhan lain sehubungan dengan kematian seorang wanita yang dianiaya sampai mati oleh salah satu anjingnya, di pinggiran timur Seoul, Korea Selatan tahun lalu, kata jaksa, Rabu (25/5/2022).

Peristiwa tragis itu terjadi pada 22 Mei tahun lalu, ketika korban berusia 57 tahun itu sedang berjalan-jalan di sebuah bukit di Namyangju, diserang dan dibunuh oleh seekor anjing ras besar yang melarikan diri dari peternakan tersangka.

Wanita itu meninggal karena pendarahan yang berlebihan beberapa jam setelah anjing sepanjang 150 sentimeter dan berat 30 kilogram itu menggigit lehernya.

Saat itu, polisi melakukan penyelidikan ekstensif untuk menemukan pemilik anjing tersebut dan menemukan bahwa tersangka berusia 69 tahun itu secara ilegal membiakkan 49 anjing terlantar di peternakan terdekat.

Pada bulan Juli 2021, polisi meminta surat perintah penangkapan untuk tersangka, tetapi pengadilan setempat menolak permintaan tersebut, dengan mengatakan dia menyangkal kepemilikan anjing yang telah membunuh korban.

Jaksa di Namyangju, yang mengambil alih kasus ini dari polisi, telah melakukan penyelidikan tambahan yang menyeluruh terhadap tersangka dan tokoh-tokoh terkait sebelum menangkap dan mendakwanya tepat satu tahun setelah insiden tersebut.

Surat perintah penangkapan untuk tersangka telah disetujui oleh pengadilan pada 13 Mei 2022.

Pemilik peternakan anjing didakwa atas empat tuduhan, yang juga termasuk pelanggaran Undang-Undang Dokter Hewan dan Undang-Undang Pengendalian Limbah, dan perusakan barang bukti.

Jaksa mengatakan tersangka telah menyuntikkan antibiotik ke anjingnya tanpa izin dokter hewan dan memberikan sisa makanan kepada mereka sebagai makanan.

Anjing pembunuh itu ditangkap dan di-eutanasia segera setelah kejadian itu.

Kasus ini menarik perhatian media yang kuat di tengah meningkatnya kritik publik atas serangan anjing liar terhadap manusia dan hewan lainnya.

Jaksa mengatakan mereka akan menindak tegas mereka yang tertangkap melanggar peraturan terkait peternakan dan keselamatan untuk mencegah insiden serangan anjing semacam itu di masa depan, demikian dilansir dari The Korea Times, Kamis (26/5/2022).