Pantau Flash
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital
17.534 Orang di Jakarta Sudah Rapid Test, 282 Dinyatakan Positif COVID-19

AS Ancam Perusahaan yang Berbisnis dengan Venezuela, PBB Dimintai Bantuan

AS Ancam Perusahaan yang Berbisnis dengan Venezuela, PBB Dimintai Bantuan Bendera Venezuela. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, John Bolton mengatakan, pihaknya siap menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan internasional mana pun yang berbisnis dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Pernyataan Bolton itu merupakan peningkatan tekanan yang tajam yang diberikan negeri Paman Sam itu terhadap Maduro.

Saat menyampaikan pidato pada pertemuan puncak soal Venezuela di Ibu Kota Peru, Lima, Bolton menekankan bahwa tindakan internasional yang lebih keras perlu diambil guna mempercepat peralihan kekuasaan di negara itu.

Baca juga: Perang Elektromagnetik Terjadi di Venezuela!

Di Venezuela, lebih dari empat juta warganya sudah pergi mengungsikan diri untuk menghindari dampak keruntuhan ekonomi.

"Kami berpesan kepada pihak-pihak ketiga yang ingin berbisnis dengan rezim Maduro: lanjutkan dengan sangat hati-hati," kata Bolton.

Bolton menyampaikan pernyataan itu satu hari setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani keputusan presiden untuk membekukan seluruh aset dan melarang berbisnis dengan pemerintah Venezuela.

Langkah Trump tersebut kemungkinan akan berdampak pada urusan Venezuela dengan Rusia, China serta perusahaan negara-negara Barat.

Baca juga:  Trump Siapkan Rp558 Miliar untuk Bantu Oposisi Venezulea, Maduro?

Menanggapi hal itu, Duta Besar Venezuela untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Samuel Moncada meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan untuk turun tangan.

"Ini adalah tindakan perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat," kata Moncada kepada para wartawan.

"Venezuela bukan ancaman bagi siapa pun dan Amerika Serikat sedang mengarang serangan ini hanya untuk merampas minyak." pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: