AS Bakal Bantu Korban Gempa di Afganistan, Diantaranya Tim Medis sudah ke Lokasi

Headline
Presiden Amerika SerikatPresiden Amerika Serikat

Pantau – Amerika Serikat (AS) menyatakan kesedihan atas gempa bumi 5,9 Magnitudo (M) yang terjadi di Afghanistan. AS akan mencari cara untuk membantu, termasuk melalui pembicaraan potensial dengan penguasa Taliban.

Gempa berkekuatan 5,9 M melanda bagian terpencil dan terjal di Afghanistan timur, salah satu negara termiskin di dunia.

“Amerika Serikat sangat sedih melihat gempa dahsyat yang merenggut nyawa sedikitnya 1.000 orang di Afghanistan,” kata penasihat keamanan nasional Presiden AS Joe Biden, Jake Sullivan, seperti dilansir AFP, Kamis (23/6/2022).

“Presiden Biden sedang memantau perkembangan dan telah mengarahkan USAID dan mitra pemerintah federal lainnya untuk menilai opsi respons AS untuk membantu mereka yang paling terkena dampak,” katanya, merujuk US Agency for International Development.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan bahwa Amerika Serikat berhubungan dengan kelompok-kelompok kemanusiaan aktif di Afghanistan, yang menerima dukungan dari Washington.

“Mitra kemanusiaan AS sudah merespons, termasuk dengan mengirim tim medis untuk membantu orang yang terkena dampak, dan kami sedang menilai opsi respons lainnya,” kata Blinken dalam sebuah pernyataan.

Gempa Afghanistan terjadi hampir setahun setelah Biden mengakhiri keterlibatan militer AS selama dua dekade di Afghanistan, Taliban dengan cepat mengambil alih negara itu.

Amerika Serikat telah terlibat dalam pembicaraan tetapi menolak untuk mengakui pemerintah Taliban, AS ingin melihat kemajuan di Afghanistan termasuk perlakuan terhadap perempuan.Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan bahwa Amerika Serikat terbuka untuk berdiskusi dengan Taliban tetapi tidak mengetahui adanya permintaan langsung dari pemerintah de facto.

“Saya membayangkan respons kemanusiaan terhadap gempa akan menjadi topik pembicaraan antara pejabat AS dan pejabat Taliban dalam beberapa hari mendatang,” kata Price kepada wartawan.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni