Pantau Flash
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020

Australia Curigai Data Virus Korona di Indonesia

Headline
Australia Curigai Data Virus Korona di Indonesia Ilustrasi virus Korona. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pemerintah negara bagian Australia Barat menyampaikan kekhawatiran mereka pada semua penerbangan dari Bali karena meragukan keakuratan data mengenai virus korona di Indonesia.

1. Kasus baru virus korona di Australia Barat kebanyakan dari mereka yang datang dari luar negeri
2. Menteri Utama Australia Barat meminta agar warga berpikir ulang untuk ke Bali
3. Ini karena kekhawatiran Indonesia melaporkan kasus positif lebih sedikit dari yang sebenarnya

Menteri Utama negara bagian Australia Barat Mark Gowan menyampaikan kekhawatiran tersebut di sela-sela pertemuan Perdana Menteri Scott Morrison dengan para pemimpin negara bagian soal virus korona di Sydney. Menurut Mark Gowan, Indonesia kemungkinan melaporkan kasus corona lebih sedikit dari angka yang sebenarnya atau under-reporting.

Melansir ABC News, Sabtu /3/2020), karena itu, katanya, pemerintah Australia harus mengambil tindakan. "Kekhawatiran saya meningkat dalam beberapa hari terakhir," katanya. "Jelas sekali ada under-reporting di Indonesia. Kita perlu mendapat saran yang benar dan segera mengambil langkah lebih jauh," ujar Gowan.

Kepala bidang medis (chief health officer) Australia Barat dr Andrew Robertson juga menyampaikan kekhawatiran yang sama. "Saya sangat menyarankan agar warga betul-betul mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan ke Indonesia," katanya.

Baca juga: Mendagri Positif Korona, Pesohor yang Terinfeksi di Australia Bertambah

"Dan kita juga sadar bahwa dengan adanya pandemik global, bila Anda tidak sehat, asuransi tidak akan menanggung Anda," ujarnya. "Anda harus mencari jalan sendiri bagaimana bertahan di Bali dalam keadaan tidak sehat," kata dr Robertson.

Pernyataan ini muncul bersamaan dengan laporan adanya lima kasus positif corona di Australia Barat hari Jumat (13/3/2020). Total kasus di sana sudah mencapai 41 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Australia Barat Paul Papalia mendesak warganya untuk tidak mengunjungi Bali. Papalia menyarakan agar warga Australia Barat berlibur di dalam negeri saja untuk membantu perekonomian yang mengalami kelesuan sejak virus corona merebak.

Lima orang lagi positif

Dalam wawancara dengan Radio ABC, dr Robertson mengatakan pihak berwenang di Australia Barat memeriksa 800 sampai 1000 orang setiap hari, baik di praktek dokter umum maupun klinik COVID-19 yang baru dibuka.

Lima orang dinyatakan positif pada Kamis malam. "Jumlah ini sebenarnya kecil dari yang sudah menjalani tes. Mereka yang positif ini berasal dari luar negeri," jelas dr Robertson.

Baca juga: 'Di Mana Italia? Kakak Perempuan Saya Tewas di Tempat Tidur Akibat Korona'

Dia mengatakan sejauh ini klinik COVID yang ada sudah kewalahan menampung orang yang hendak menjalani tes. Sebagian di antara mereka bahkan disuruh pulang. "Banyak yang datang ini sebenarnya tidak perlu dites," katanya.

"Kami menolak lebih dari 50 persen yang datang ke klinik COVID, karena mereka tidak memenuhi kriteria," jelasnya.

Ia mengatakan, hal ini menunjukkan besarnya kekhawatiran dalam masyarakat, namun telah menciptakan beban berlebihan bagi layanan patologi.

Tim Pantau
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: