Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Berbekal Data Intelijen, PM Kanada: Ukraine Airlines Ditembak Rudal Iran

Berbekal Data Intelijen, PM Kanada: Ukraine Airlines Ditembak Rudal Iran Sisa-sisa pesawat Boeing 737-800 milik Ukraine International Airlines yang jatuh di dekat Tehran hari Rabu (8/1/2020). (Foto AP/Mohammad Nasiri via ABC News)

Pantau.com - Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan ia memiliki data intelijen yang menunjukkan Iran telah menembak jatuh pesawat penumpang asal Ukraina, yang tewaskan 176 orang.

1. Data intelejen Kanada mendukung teori Iran menembak jatuh pesawat

2. Laporan awal di Iran mengatakan pesawat mengalami masalah teknis setelah lepas landas

3. Ukraina mengatakan penyelidik akan mencari rongsokan kemungkinan rudal buatan Rusia

Pesawat milik maskapai Ukraine International Airlines dengan nomer penerbangan PS 752 jatuh, beberapa saat setelah lepas landas dari Tehran, ibu kota Iran, menuju Kiev di Ukraina, hari Rabu 8 Januari 2020. Sebuah rekaman video terbaru menunjukkan pesawat tersebut meledak di udara, tepatnya di bagian transponder.

Melansir dari ABC News, Jumat (10/1/2020), sebelum ledakan tersebut, terlihat ada obyek yang berwarna terang di langit. Di antara 176 orang yang berada dalam penerbangan tersebut tewas, 63 di antaranya adalah warga Kanada. PM Trudeau mengatakan data intelejen Kanada dan sekutu mereka mendukung teori jika pesawat tersebut ditembak jatuh oleh rudal permukaan ke udara milik Iran.

"Tembakan itu mungkin tidak disengaja." kata Trudeau.

Baca juga: Iran Tak Akan Serahkan Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Jatuh pada Boeing

Video: Terlihat ada ledakan di udara dengan cahaya di dekat bagian transponder pesawat milik Ukraine International Airlines (ABC News)

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan kepada ABC ia telah menerima laporan yang sama dari intelijen, menyebutkan tindakan itu mungkin tidak disengaja menyasarkan pesawat tersebut. Sementara Iran mengatakan penyelidikan awal menyebutkan adanya masalah mesin, sebelum pesawat meledak di udara.

Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei dalam pernyataannya, membantah pesawat tersebut ditembak oleh rudal, seperti yang disebutkan laporan televisi milik pemerintah Iran. "Semua laporan ini adalah perang psikologis terhadap Iran," katanya.

"Semua negara yang memiliki warga dalam pesawat boleh mengirimkan perwakilan, kami juga mendesak Boeing mengirimkan wakilnya untuk menyelidiki kotak hitam."

Pejabat Amerika Serikat sebelumnya mengatakan pesawat Boeing 737-800 besar kemungkinan ditembak secara tidak sengaja oleh Iran. Hal tersebut ia katakan berdasarkan data satelit AS yang menunjukkan adanya peluncuran dua rudal, tidak lama sebelum pesawat jatuh, disusul dengan adanya ledakan.

Baca juga: Cerita Sedih Pengantin Baru Kanada yang Jadi Korban Pesawat Jatuh di Iran

'Rumor yang tidak logis'


Seluruh korban dalam pesawat Boeing tersebut tewas, dengan 63 orang diantaranya berasal dari Kanada. (AP: Chris Young via The Canadian Press)

Kepala Badan Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh, membantah "rumor tidak logis" yang menyebut pesawat Ukraina ditembak rudal. "Secara keilmuan, tidak mungkin rudal bisa menghantam pesawat Ukraina, rumor itu tidak logis," katanya, seperti dikutip kantor berita Iran, ISNA.

Ali Abedzadeh mengatakan kepada CNN, setelah pesawat lepas landas dan berada di udara selama lima menit, "pilot kemudian mencoba kembali ke bandara, namun gagal."

Ia kemudian mempertanyakan "bagaimana mungkin sebuah pesawat bisa ditembak rudal" dan "pilot mencoba kembali ke bandara", demikian laporan CNN.


Data dari satelit Maxar menunjukkan tempat jatuhnya pesawat di Khalaj Abad di Iran. (Foto: Satellite image ©2020 Maxar Technologies)

Sementara itu, Ukraina mengatakan ada empat kemungkinan yang terjadi, termasuk serangan rudal dan terorisme.

Iran sebelumnya melaporkan adanya saksi mata, baik di darat maupun yang di dalam pesawat, melihat pesawat Ukraina tersebut terbakar ketika berada di udara.

Laporan itu juga mengatakan tidak adanya komunikasi radio dengan pilot, serta pesawat menghilang dari radar di ketinggian 2440 meter.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: