Pantau Flash
Masyarakat Wajib Tes Deteksi COVID-19 Sebelum bepergian ke Daerah Lain
Total Pasien Sembuh COVID-19 di Indonesia Meningkat Jadi 5.642 Orang
Polda Jabar Lakukan Penyekatan Lalu Lintas Mengarah ke Jakarta
Hingga 25 Mei, Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Kemayoran 1.936 Orang
Garuda Indonesia di Malaysia Tetap Beri Pelayanan saat Idul Fitri

Bloomberg: Trump Bicara Keluar dari Pakta Perjanjian Jepang

Headline
Bloomberg: Trump Bicara Keluar dari Pakta Perjanjian Jepang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diam-diam membicarakan penarikan diri dari perjanjian pertahanan yang sudah berjalan lama dengan Jepang.

Trump menganggap kesepakatan tersebut timpang. Karena menjanjikan bantuan AS jika Jepang diserang, tetapi tidak mewajibkan militer Jepang untuk datang ke Pertahanan Amerika, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (26/6/2019).

Perjanjian pertahanan itu ditandatangani lebih dari 60 tahun yang lalu, yang membentuk fondasi aliansi antara negara yang muncul pacsa Perang Dunia II.

Baca juga: Melawat ke Teheran, PM Shinzo Abe Diminta Jadi Penengah AS-Iran

Meski demikian, Trump disebutkan tidak mengambil langkah ke arah menarik diri dari perjanjian, dan pejabat administrasi mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan Presiden Trump. Namun, Suami Melania itu dikatakan tengah membicarakan akan melakukan relokasi pangkalan Amerika Serikat di Okinawa, kata Bloomberg.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengatakan pada Selasa, 25 Juni 2019, dalam rangka menanggapi pertanyaan Bloomberg, kerangka keamanan adalah inti dari aliansi dengan Amerika Serikat dan tidak ada pembicaraan mengenai tinjauan terhadap keamanan aliansi Jepang-Amerika Serikat.

Keluar dai pakta tersebut akan membahayakan aliansi pasca perang yang telah menjamin keamanan di Asia Pasifik, serta menaikan ekonomi di kawasan tersebut. 

Baca juga: Wanti-wanti Inggris: Perang AS-Iran Bisa Pecah Tanpa Disengaja

Di bawah ketentuan penyerahan diri saat Perang Dunia II, Jepang setuju untuk membentuk konstitusi pasifis, di mana ia akan meninggalkan hak untuk berperang.

Sebagai informasi, membatalkan perjanjian tersebut akan beresiko untuk menyerahkan keamanan Pasifik Barat ke China, dan berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir.

Laporan tersebut datang saat Trump yang terlibat dalam agenda 'America First', yang menuntut perjanjian dua arah dalam kebijakan luar negeri dan perdagangan internasional. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: