Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Buat Remaja dan Ibu Hamil di AS, Kalian Diminta Tak Konsumsi Ganja

Buat Remaja dan Ibu Hamil di AS, Kalian Diminta Tak Konsumsi Ganja Presiden AS, Donald Trump (Foto: VOA)

Pantau.com - Pemerintahan Trump, memperingatkan remaja dan wanita hamil agar tidak menggunakan ganja, menyebutnya "obat berbahaya."

"Meskipun anggapan akan bahaya ganja berkurang, sesungguhnya yang menakutkan adalah potensi nyata bahaya meningkat" kata Kepala Operasional Korps Layanan Kesehatan Masyarakat AS, A.Jerome Adams.

Adams bersama Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar mengatakan konsentrasi THC, bahan kimia dalam ganja yang memberi pengguna perasaan mengawang tinggi. Bahkan sekarang tiga kali lebih tinggi daripada di tahun 1990-an dan awal 2000-an.

"Ini bukan ganja seperti era ibu anda," kata Adams.

Baca juga: Sah! Polandia Izinkan AS Tempatkan Militer, Rusia Bagaimana?

"Semakin tinggi kadar THC, semakin tinggi risikonya."

Adams mengatakan, seringnya penggunaan ganja oleh remaja bisa mempengaruhi perkembangan otak terutama bagian-bagian yang terkait dengan perhatian, ingatan, dan pengambilan keputusan.

Perempuan hamil yang menggunakan obat itu membuat janin berisiko terkena gangguan perkembangan otak, berat lahir yang lebih kecil, dan masalah perilaku di masa kanak-kanak.

Baca juga: Ini Metamorfosis Wajah 5 Kota Besar Dunia Dulu dan Sekaran

Para dokter mengatakan perempuan hamil yang merokok atau mengisap ganja untuk meredakan mual di pagi hari harus menghentikannya.

Azar mengatakan Presiden Donald Trump menyumbang sekitar USD100.000 dari gaji tahunannya untuk mendanai kampanye digital guna menyoroti risiko ganja.

Ganja masih ilegal di tingkat federal, tetapi sejumlah negara bagian telah melegalkan jumlah terbatas untuk keperluan rekreasi atau medis, membuat banyak orang yakin zat itu relatif tidak berbahaya

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: