Pantau Flash
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona
Uji Coba Pengaspalan Lintasan Formula E Monas Dilakukan
SBY Sebut Museum dan Galeri Seni di Pacitan adalah Amanah Ani Yudhoyono
Persija Siapkan Amunisi Terbaik Hadapi Geylang International

Catat! Kasus Penyakit Pernapasan Akibat Vape di AS Meningkat 2 Kali Lipat

Headline
Catat! Kasus Penyakit Pernapasan Akibat Vape di AS Meningkat 2 Kali Lipat Ilustrasi vape. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Vape kerap dijadikan alternatif sebagai pengganti rokok karena dinilai lebih aman. Namun di Amerika Serikat, Vape justru menjadi salah satu penyebab pasien penyakit paru-paru meninggal dunia. 

Melansir dari Time, seorang penduduk negara bagian Illinois, Amerika Serikat meninggal dunia akibat penyakit pernapasan yang terkait dengan vape. 

Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois membenarkan hal tersebut. Menurut laporan Associated Press, kematian akibat Vape itu menjadi yang pertama kali terjadi AS. 

Baca juga: Belum Tentu Aman, Vape Juga Memicu Serangan Jantung dan Stroke

Selain itu juga tercatat bahwa jumlah pasien yang menderita gejala penyakit pernapasan setelah menggunakan vape di Illinois meningkat dua kali lipat selama seminggu terakhir. Dari 10 kasus menjadi total 22. Ke-12 kasus baru saat ini sedang dalam investigasi.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS mengatakan bahwa jumlah penyakit terkait vape yang dilaporkan ke agensi telah meningkat menjadi 193 pada hari Kamis 22 Agustus 2019 pekan lalu. Sedangkan semua kasus terjadi antara 28 Juni hingga 20 Agustus 2019 dan melintasi 22 negara.

Para penyelidik belum mengidentifikasi produk atau senyawa spesifik dalam Vape terkait kasus tersebut. Tetapi CDC mengatakan berkoordinasi dengan departemen kesehatan negara setempat untuk terus mengidentifikasi penyebab penyakit.

Baca juga: Benarkah Vape Lebih Aman Dibanding Rokok Konvensional?

"Meskipun kasus-kasusnya tampak serupa, tidak jelas apakah kasus-kasus ini memiliki penyebab yang sama atau jika mereka adalah penyakit yang berbeda dengan presentasi yang sama," kata Ileana Arias, wakil direktur untuk penyakit tidak menular di CDC.

CDC mencatat bahwa penyakit tersebut melibatkan remaja dan dewasa muda, yang berusia 17-28 tahun. Di Illinois, pasien berusia antara 17 dan 38 tahun.

Gejala penyakit pernapasan yang dialami meliputi kesulitan bernafas, sesak napas, dan nyeri dada sebelum dirawat di rumah sakit. Beberapa orang melaporkan muntah, diare, dan kelelahan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Internasional

Berita Terkait: