Pantau Flash
Kejuaraan Dunia IWAS Diundur Akibat Virus Korona
Ditresnarkoba: China Pemasok Terbesar Narkoba ke Indonesia
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut BRI
Presiden Jokowi Minta Segera Disiapkan Timnas Basket yang Tangguh
Persebaya Lolos ke Final Piala Gubernur Jatim 2020 Usai Bungkam Arema 4-2

China Dukung Pakistan Desak PBB Bahas Secara Mendalam Persoalan Kashmir

Headline
China Dukung Pakistan Desak PBB Bahas Secara Mendalam Persoalan Kashmir Umat muslim di Kashmir melakukan protes. (Foto: Reuters)

Pantau.com - China mendukung permintaan Pemerintah Pakistan kepada Dewan Keamanan PBB untuk membahas keputusan India soal pencabutan status khusus Negara Bagian Jammu dan Kashmir, meminta badan tersebut untuk menggelar pertemuan tertutup pada Kamis atau Jumat, kata sejumlah diplomat.

Namun Perancis menanggapi permintaan itu dengan mengusulkan agar dewan membahas isu tersebut dengan cara yang tidak begitu formal alias perkara lain -pekan depan, kata mereka. Itu tergantung Polandia, Presiden dewan selama Agustus, untuk menengahi waktu dan format yang disepakati oleh 15 anggota.

Baca juga: Ulama Kontroversial Zakir Naik Terima Seruan Deportasi di Malaysia

Wilayah Himalaya itu telah lama menjadi biang permasalahan dalam hubungan antara tetangga bersenjata nuklir tersebut.

Keputusan India pada 5 Agustus menghalangi hak Negara Bagian Jammu dan Kashmir menyusun hukumnya sendiri dan memungkinkan penduduk lain membeli properti di sana. Saluran telepon, jaringan internet dan televisi diblokir. Penggerahan massa dan berserikat pun dibatasi.

Baca juga: 3 Kontroversi India di Kashmir Terkait Hari Raya Idul Adha Umat Islam

"Pakistan tidak akan memprovokasi konflik. Namun India harusnya tidak salah paham dengan kami yang menahan diri," tulis Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Dewan Keamanan pada Selasa.

"Jika India memilih untuk menggunakan kekuatan lagi, Pakistan wajib meresponsnya, dalam membela diri, dengan seluruh kemampuannya."

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: