Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

China: Kasus Virus Korona Meningkat Menjadi 440 Orang dengan 9 Kematian

China: Kasus Virus Korona Meningkat Menjadi 440 Orang dengan 9 Kematian Rumah sakit Jinyintan di Wuhan di mana pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh strain baru coronavirus sedang dirawat. (Reuters)

Pantau.com - Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan bahwa sembilan orang telah meninggal dunia akibat virus korona baru dan 440 orang di Provinsi China telah dikonfirmasi terinfeksi, di tengah adanya bukti penularan pernapasan dari pasien ke pasien pada Rabu (22/1/2020).

Seperti yang diberitakan Al Jazeera, jumlah kasus virus korona baru ini lebih besar dari total lebih dari 300 yang dilaporkan pada hari Selasa waktu setempat.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Li Bin mengatakan saat konferensi bahwa hewan hidup kini tidak diizinkan memasuki Wuhan, sebuah kota di China di mana tempat wabah diperkirakan berasal dari pasar makanan laut yang juga menjual daging.

Baca juga: WHO Sebut Virus Korona yang Melanda China Berpotensi Menyebar

Pengumuman itu dikeluarkan ketika Amerika Serikat dan Taiwan mengkonfirmasi kasus pertama mereka mengenai virus korona. Selain itu, bandara di seluruh dunia juga meningkatkan pemeriksaan medis para pelancong dari wilayah yang terdampak.

Menurut Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO), virus korona yang melanda China memiliki potensi untuk menyebar.

Baca juga: Pertama Kalinya Virus Korona Terdeteksi di Korea Selatan

Dr. Maria Van Kerkhove, penjabat kepala unit WHO untuk penyakit berkembang, mengatakan dalam konferensi pers di Jenewa bahwa badan dunia itu sudah memberikan panduan kepada rumah-rumah sakit di seluruh dunia soal pengendalian infeksi, kalau-kalau kasus itu menyebar.

"Ini adalah sesuatu yang masuk pada radar kami, ini bisa saja terjadi, kita perlu mempersiapkan diri kita," katanya pada pekan lalu. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: