Pantau Flash
Pasien Positif Virus Corona di Malaysia Bertambah Jadi Empat Orang
Kalah dari Wakil Inggris, Hafiz/Glo Jadi Runner-up Thailand Master 2020
Kanada Identifikasi Kasus Pertama Virus Corona
Persib Bandung Perpanjang Kontrak Omid Nazari Satu Musim
Hafiz/Gloria Rebut Tiket Final Thailand Masters 2020

China Klaim Semua Muslim Uighur di Kamp Penahanan

China Klaim Semua Muslim Uighur di Kamp Penahanan Ilustrasi Uighur China. (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Pemerintah China mengklaim bahwa semua orang yang berada di pusat pelatihan kejuruan di Xinjiang telah "lulus" dan menjalani kehidupan yang bahagia pada Senin (9/12/2019).

Pernyataan pejabat China itu berbanding terbalik dengan pengakuan keluarga Uighur dan etnis minoritas Muslim di wilayah tersebut yang mengatakan bahwa anggota keluarga mereka terus ditahan di kamp penahanan dan penjara.

Dilansir New York Post, Gubernur Uighur Xinjiang Shohrat Zakir mengatakan kehidupan etnis di wilayahnya hidup dalam bahagia dan mengecam persetujuan Kongres Amerika Serikat (AS) atas Undang-Undang Kebijakan Hak Asasi Manusia Uighur. "Ketika kehidupan orang-orang dari semua etnis di Xinjing terancam serius oleh terorisme, Amerika menutup telinganya," ujarnya pada konferensi pers. "Sebaliknya, sekarang masyarakat Xinjiang terus berkembang dan orang-orang dari semua etnis hidup dalam damai. Amerika tidak merasa nyaman dengan itu, dan menyerang Xinjiang."

Baca juga: Infografis Kengerian Kamp Konsentrasi Muslim Uighur di China

Dikutip US News, semua orang di pusat-pusat yang mempelajari bahasa Mandarin, hukum, keterampilan kejuruan, dan deradikalisasi telah "lulus" dan menemukan pekerjaan yang stabil, kata Zakir. Ia menambahkan bahwa yang lain seperti pejabat desa, petani, dan lulusan sekolah menengah yang menganggur terus mendaftar secara bergulir dalam program yang memungkinkan mereka untuk "datang dan pergi dengan bebas".

Beberapa mantan tahanan mengatakan kepada The Associated Press bahwa mereka dipaksa untuk menandatangani kontrak kerja dan dilarang meninggalkan pabrik selama hari kerja, bekerja berjam-jam dengan upah rendah.

Banyak warga Uighur di luar negeri juga mengatakan kerabat mereka berada di penjara, bukan di kamp, setelah dijatuhi hukuman karena tuduhan ekstremisme yang tidak jelas.

Baca juga: China Marah Besar Usai DPR AS Loloskan RUU Tentang Uighur

Pernyataan pejabat China ini sebagai tanggapan atas Undang-undang AS yang mengutuk penahanan massal terhadap lebih dari satu juta warga Uighur, Kazakh, dan lainnya. Ini juga menimbulkan kemungkinan sanksi terhadap pejabat pemerintah Tiongkok yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Xinjiang.

Mantan tahanan dan kerabat mereka mengatakan kepada The Associated Press bahwa pusat-pusat untuk "pendidikan ulang" pada dasarnya adalah penjara di mana mereka dipaksa untuk meninggalkan Islam dan mengucapkan terima kasih kepada Partai Komunis yang berkuasa. Mereka menjadi sasaran indoktrinasi dan penyiksaan, kata para tahanan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: