Pantau Flash
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital

Dan Hong Kong Kembali Mencekam Pasca Kerusuhan Akhir Pekan

Dan Hong Kong Kembali Mencekam Pasca Kerusuhan Akhir Pekan Orang-orang saling berpegangan tangan untuk menghadang polisi antihuru-hara di luar sebuah stasiun kereta di Hong Kong, China. (Foto: Reuters/Anushree Fadnavis)

Pantau.com - Para penumpang kereta di Hong Kong disambut oleh polisi antihuru-hara di stasiun bawah tanah pada Senin dalam situasi menegangkan setelah massa pada akhir pekan semakin gencar memperjuangkan demokrasi di kota yang berada di kendali China tersebut.

Hong Kong sedang menghadapi krisis politik terparahnya dalam puluhan tahun belakangan ini. Massa menyerukan aksi mogok nasional pada Senin namun kota tersebut terlihat kembali tenang. Toko-toko kembali dibuka, kereta beroperasi dan para karyawan di kota pusat bisnis global tersebut kembali bekerja.

Baca juga: Aktivis Hong Kong Berusia 22 Tahun Joshua Wong Ditangkap Polisi

Banyak sekolah dasar ditutup lantaran peringatan badai dan beberapa anak yang lebih besar pergi ke sekolah dengan menggunakan helm. Mahasiswa, yang kerap memimpin aksi protes, diharapkan dapat mengganti kelas yang mereka tinggalkan selama aksi protes.

"Tidak, tidak, kami tidak akan melakukan aksi mogok. Pada saat ini kami membutuhkan uang. Saya rasa kami cukup kesulitan untuk saat ini," kata Cherry Leung (47) sambil menyusun dagangan jeruk dan semangka di warung miliknya.

Ribuan pengunjuk rasa memblokade jalan dan transportasi umum menuju bandara Hong Kong pada Minggu (1/9) dalam upaya menarik perhatian dunia pada gerakan mereka untuk memaksa Beijing memberikan otonomi yang lebih luas kepada bekas jajahan Inggris tersebut.

Baca juga: Panas! China Rotasi Kelompok Garnisun Hong Kong Antisipasi Kudeta

Hong Kong dikembalikan Inggris kepada pemerintahan China pada 1997. Otoritas bandara menyebutkan 25 penerbangan dibatalkan pada Minggu namun layanan transportasi sebagian besar kembali normal.

Setelah meninggalkan bandara pada Minggu, sejumlah pengunjuk rasa menargetkan stasiun bawah tanah MTR  di dekat distrik Tung Chung, merusak pintu putar dan menghancurkan kamera CCTV serta lampu dengan tiang logam. Polisi kemudian bergegas melakukan penangkapan terhadap beberapa dari mereka

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: