Pantau Flash
Perkuat Ekonomi Umat, Kemenko Perekonomian Kolaborasi dengan NU
DPRD Jember dengan Bupati Tidak Akur, La Nyalla Bakal Adukan ke Presiden
Erick Thohir Ganti Dirut PT Pembangunan Perumahan
Doni Monardo Sebut Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
Gempa M 7,1 Maluku Utara Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina

Di AS, Orang Meninggal Akibat Sakit yang Berkaitan dengan Vape Makin Banyak

Di AS, Orang Meninggal Akibat Sakit yang Berkaitan dengan Vape Makin Banyak Seorang perempuan meniupkan asap rokok elektrik dalam kompetisi vaping (Foto: AFP)

Pantau.com - Lembaga perlindungan kesehatan negeri Amerika Serikat mencatat jumlah orang meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan rokok elektrik di semakin meningkat. Sedikitnya jadi 39 orang warga AS yang meninggal akibat rokok elektrik.

Lembaga tersebut, Center for Disease Control and Prevention (CDC), mengumumkan bahwa jumlah kasus cedera paru-paru yang berkaitan dengan vaping telah melonjak jadi 2.051.

Baca juga: Video Miris Balita Asyik Nge-Vape dengan Lihai Seolah Sudah Terbiasa

Kasus cedera paru-paru yang berkaitan dengan penggunaan produk e-cigarette, atau vaping, dilaporkan muncul di semua 49 negara bagian, kecuali Alaska, District of Columbia, dan Virgin Islands AS.

"Usia menengah pasien yang meninggal ialah 53 tahun dan berkisar dari 17 sampai 75 tahun," tambah CDC.

Kebanyakan pasien melaporkan mereka menggunakan vaping THC, bahan psikoaktif pada ganja.

Baca juga:Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit AS Sarankan Stop Vape Berbahan Ganja

Kendati para penyelidik belum secara resmi menentukan penyebab penyakit tersebut --yang mencakup gangguan pernafasan, nyeri dada dan muntah.

CDC menyarankan masyarakat agar tidak menggunakan produk rokok elektrik atau vaping yang berisi THC dan agar tidak memodifikasi produk yang dibeli melalui gerai eceran.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Lilis Varwati
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: