Di Hadapan Putin, Jokowi: Indonesia tak Miliki Kepentingan Apa pun kecuali Perang Ukraina versus Rusia selesai dan Pasokan Pangan Membaik

Headline
Foto tangkapan layar IG Presiden Rusia Vladimir Putin

Pantau – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia tak memiliki kepentingan apa pun dalam misi perdamaian Ukraina-Rusia. Indonesia hanya ingin melihat perang segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk, dan energi segera diperbaiki.

“Dapat saya sampaikan Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun, kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk, energi dapat segera diperbaiki karena ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang, bahkan miliaran manusia,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia seperti dilansir dari Antara, Jumat (1/7/2022).

Jokowi mengungkapkan dirinya dengan Putin banyak berdiskusi mengenai pangan dan pupuk. Dua komoditas tersebut, kata Jokowi, adalah masalah kemanusiaan dan kepentingan masyarakat dunia.

“Dan ratusan juta orang terdampak dengan terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk, terutama di negara-negara berkembang,” ucapnya.

Jokowi, pemimpin pertama Asia yang mengunjungi Ukraina dan Rusia setelah invasi militer terjadi, mengatakan dirinya menghargai sikap Presiden Putin yang akan menjamin keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina.

“Ini sebuah berita yang baik,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi juga mendukung upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk reintegrasi komoditas pangan dan pupuk Rusia, serta komoditas pangan Ukraina untuk masuk lagi dalam rantai pasok dunia.

“Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, tadi sekali lagi Presiden Putin sudah memberikan jaminannya,” kata Jokowi.

Sebelum bertemu Putin di Kremlin, Jokowi telah bersua dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina pada Rabu (29/6) waktu setempat, dan menghadiri rangkaian pertemuan dengan para pemimpin dunia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jerman pada 26-28 Juni 2022.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Reporter
Tim Redaksi
Editor
Muhammad Rodhi