Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Eks Astronaut NASA: Misi Berawak ke Mars adalah Langkah 'Bodoh'

Eks Astronaut NASA: Misi Berawak ke Mars adalah Langkah 'Bodoh' Kru pesawat misi Apollo 8 (dari kiri) Jim Lovell, Bill Anders dan Frank Borman dalam pelatihan. (Foto: NASA via ABC News)

Pantau.com - Mantan antariksa NASA Bill Anders mengatakan bahwa mengirim manusia ke Mars adalah ide "bodoh". Anders merupakan salah satu dari tiga manusia pertama yang meninggalkan orbit bumi dan melakukan perjalanan ke orbit bulan sebagai awak di misi Apollo 8 tahun 1968.

Ia menjelaskan bahwa ia masih mendukung program murak tak berawak, seperti NASA InSight lander, dibandingkan dengan misi berawak yang memakan biaya banyak.

"Apa yang penting? Apa ini mendorong kami untuk pergi ke Mars? Saya tidak berpikir akan tertarik," kata Andres kepada BBC.

NASA sedang merencanakan ekspolrasi luar angkasa dan telah menetapkan pandangannya untuk menempatkan manusia di bulan pada akhir dekade berikutnya sebagai batu loncatan untuk misi berawak ke permukaan Mars, yang berpotensi diluncurkan pada 2030.

Baca juga: Kawah Besar Berisi Es Ditemukan di Planet Mars

Adres juga mengkritik NASA, mencatat perbedaan antara badan tersebut saat ini dengan era pada program Apollo. Di tahun 1960an dan awal 1970an, enam misi Apollo berhasil mendaratkan astronot di bulan dan membawa mereka dengan aman kembali ke Bumi.

"NASA tidak akan bisa mendapatkan Bulan saat ini. Itu telah berubah menjadi sebuah program pekerjaan dengan banyak pusat yang tertarik dan kalian tidak melihat bahwa publik tidak mendukung daripada mereka mendapatkan untuk membayar mereka dan anggota Kongres yang mereka pilih," ucapnya, seperti dilansir Newsweek, Kamis (27/12/2018).

Andres juga mengkritik perjalanan yang NASA ambil setelah program Apollo berakhir di tahun 1972, meskipun ia mengakui bahwa pandangannya itu tidak akan diakui oleh staf dan mantan manajer perusahaan tersebut.

Baca juga: Studi: Misi Perjalanan ke Mars akan Kurangi 2,5 Tahun Hidup Astronaut

"Saya pikir luar angkasa adalah kesalahan yang serius. Hampir tidak melakukan apa-apa kecuali peluncuran yang menarik, tapi itu tidak pernah hidup sampai janjinya," katanya.

"Stasiun luar angkasa ada karena anda memiliki kendaraan untuk antar-jemput. NASA benar-benar salah dalam merencanakan program berawak sejak akhir pendaratan di Bulan. Saya pikir NASA beruntung memiliki apa yang mereka punya, tapi itu sangat sulit dipikiranku. Saya bukan pria yang terkenal di NASA untuk mengatakan itu, tapi itulah pemikiranku," kata Andrers.

Di antara misi tak berawak NASA, salah satunya Insight lander, yang berhasil mendarat di permuakaan planet Mars pada 26 November. Sejak itu, kendaraan yang dirancang untuk mengeksplor Mars telah mengirimkan selfie pertama dan mengirimkan rekaman suara angin di planet merah itu, yang menjadi pengalaman pertama dalam sejarah ilmiah.


Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: