Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Emisi Karbon dari Kebakaran Hutan Indonesia Lebih Parah daripada Amazon

Headline
Emisi Karbon dari Kebakaran Hutan Indonesia Lebih Parah daripada Amazon Asap menutupi hutan saat kebakaran terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 14 November 2019. (Reuters/Willy Kurniawan)

Pantau.com - Laporan terbaru dari program Uni Eropa menyebutkan bahwa kebakaran hutan di Indonesia memompa lebih banyak emisi karbon daripada kebarakan yang terjadi pada hutan terbesar dunia Amazon pada tahun ini.

Dilansir Bloomberg, Rabu (27/11/2019), kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menutupi sebagian Asia Tenggara dengan awan abu tebal dan asap. Kebakaran ini telah melepaskan sekitar 709 juta ton karbon dioksida hingga 15 November silam. Angka ini hampir sama dengan emisi tahunan Kanada.

Angka tersebut juga 22 persen lebih besar dari perkiraaan 579 megaton yang dikeluarkan dari pembakaran hutan Amazon, menurut Copernicus Atmosphere Monitoring Service, sebuah program yang dijalankan atas nama Komisi Eropa.

Baca juga: Video Viral Langit di Jambi Berwana Merah Akibat Asap Karhutla

Kebakaran di Indonesia diakibatkan pembukaan lahan dan pembakaran hutan di lebih dari 4.000 kilometer, atau sekitar 2.500 mil. Wilayah yang paling parah terdampak adalah Sumatera dan Kalimantan. 

Kerusakan juga lebih besar dari biasanya karena kekeringan berkepanjangan dari El Nino, yang menunda hujan tahunan. Kabut asap dari kebakaran telah mengganggu sejumlah kegiatan, termasuk perjalanan udara dan menyebabkan penyakit pernapasan bagi ribuan orang di wilayah tersebut.

"Apa yang menonjol dari kebakaran baru-baru ini di Indonesia adalah seberapa tinggi intensitas api total harian dan perkiraan emisi, serta seberapa jauh mereka yang lebih tinggi daripada rata-rata 16 tahun sebelumnya," demikian pernyataan Copernicus kepada Bloomberg News.

Baca juga: WHO: Kebakaran Hutan Amazon Mengancam Kesehatan Anak-anak

Kelompok Uni Eropa ini mengatakan sulit untuk membuat perbandingan langsung antara bencana di Indonesia dan Amazon karena perbedaan jenis vegetasi dan bahan bakar.

Menurut Copernicus, emisi dari Indonesia adalah yang terburuk di negara itu sejak 1.286 megaton atau setara karbon dioksida dilepaskan oleh kebakaran pada tahun 2015. Pemerintah Indonesia memperkirakan sekitar 6,4 juta hektar tanah terbakar pada tahun 2015. Kebakaran itu menyebabkan negara mengalami kerugian ekonomi sebesar USD16 miliar. Kebakaran juga mempengaruhi lebih dari 850.000 hektar pada tahun ini, sebuah area seukuran Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat.

Sementara itu, kebakatan di Amazon berada dalam tingkat rekor tinggi. Data dari National Institute of Space Research Brasil menunjukkan ada peningkatan sekitar 84 persen dari tahun ke tahun pada kebakaran hutan di tahun ini.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: