Pantau Flash
Paus Fransiskus Soal George Floyd: Kita Tak Bisa Menutup Mata pada Rasisme
Presiden Jokowi Teken PP Tapera, Hippi: Pengusaha dan Pekerja Dibebani
Pemerintah Alokasi Rp4,967 Triliun Tambahan Subsidi Bunga KUR
NTB Diguncang Gempa M 6, BMKG Peringatkan Waspada Gempa Susulan
Rupiah Menguat Rp14.095 per Dolar Amerika Seiring Faktor Global

Festival Tandingan Eurovision di London Bikin Palestina Tersenyum

Festival Tandingan Eurovision di London Bikin Palestina Tersenyum Festival tandingan Eurovison Israel di London. (Foto: Anadolu Agency via Antara)

Pantau.com - Gerakan boikot terhadap ajang menyanyi Eurovision yang diselenggarakan di Israel, mendapatkan simpati besar dan dikategorikan berhasil.

Hoda Amari dari Campaign tersebut mengatakan kepada Kantor Berita Turki, Anadolu, kontes Eurovision telah menjadi kegagalan total buat Israel.

Ketika berbicara dalam acara tandingan terhadap kontes nyanyi itu, Not The Eurovision Party For Palestine di London Utara, Amari mengatakan Israel mengharapkan sebanyak 50.000 wisatawan datang selama pekan kontes tersebut, tapi jumlah wisatawan hanya mencapai 4.000 sampai 5.000.

Baca juga: Madonna, Mereka Minta Kamu Jangan Tampil di Eurovision 2019 Israel

Amari mengatakan, kontes tersebut yang digunakan Israel untuk menutupi kejahatannya terhadap rakyat Palestina"

Acara di London menyaksikan keikutsertaan ratusan orang di satu tempat di dekat Camden Town dan menampilkan beberapa arti hip hop kondang termasuk Lowkey dan Mic Righteous.

Tarian rakyat Palestina mendapat perhatian orang-orang yang hadir. "Saya bangga untuk tampil dalam acara ini," kata Lowkey, artis pelopor acara protes di London tersebut."

Baca juga: Israel Tembakan Roket ke Sejumlah Ibu Kota Suriah

"Untuk menunjukkan hubungan antara normalisasi Israel dan acara internasional seperti kontes nyanyi Eurovision (adalah tujuan nomor satu acara ini)," katanya.

"Tak ada bedanya antara orang Yahudi dan Muslim tapi ada perbedaan antara mereka yang percaya pada kesetaraan buat semua dan mereka yang percaya pada supremasi sebagian," ia menambahkan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta