Pantau Flash
Hak Asimilasi Napi yang Berulah Usai Dibebaskan Bakal Dicabut
Italia Berencana Perpanjang Lockdown hingga 3 Mei
FIFPro Ingatkan Ancaman Kesehatan Mental Pesepak Bola
3 BUMN Patungan Sediakan 80 Ribu APD untuk Rumah Sakit
Dari 256 Pasien Korona di Jatim, 63 di Antaranya Berhasil Sembuh

Filipina Diterjang Topan Kammuri, 200 Ribu Orang Dievakuasi

Filipina Diterjang Topan Kammuri, 200 Ribu Orang Dievakuasi Ilustrasi. (Reuters)

Pantau.com - Sekitar 200 ribu orang di wilayah pesisir dan pegunungan dievakuasi di tengah kekhawatiran bencana yang akan terjadi menyusul dengan topan kuat yang melanda negara di Asia Tenggara tersebut.

Dilansir Al Jazeera, Topan Kammuri merupakan topan ke 20 yang menerjang Filipina pada tahun ini. Topan menghantam pulau utama Luzon tepat sebelum tengah malam waktu setempat pada Selasa (3/12/2019). Topan kuat itu disebut orang warga lokal sebagai Topan Tisoy.

Badan Bencana Filipina mengatakan sekitar 200.000 orang telah dievakuasi dari puluhan provinsi di Luzon selatan. Pihak berwenang juga telah meningkatkan peringatan topan untuk 35 provinsi.

Baca juga: Isu Buruknya Sea Games Filipina karena Korupsi, Duterte Minta Investigasi

Topan ini diketahui masuk dalam kategori 4. Lembaga ini juga menyerukan peringatakan kemungkinan akan bencana tanah longsor, banjir, gelombang badai yang dipicu oleh angin kencang dan hujan.

Topan melintas di dekat Ibu Kota Maila tepat pada saat jam makan siang pada hari ini. Para pejabat mengatakan Bandara Internasional Ninoy Aquino akan telah ditutup mulai pukul 11.00 hingga 23.00 waktu setempat. Akibat topan ini, puluhan penerbangan dibatalkan, hingga sekolah-sekolah ditutup.

Topan melanda Filipina ketika negara ini menjadi tuan rumah bagi ribuan atlet dari Asia Tenggara untuk pertandingan regional dua tahunan yang dibuka pada Sabtu silam. Penyelenggara mengatakan, serangkaian kompetisi telah ditunda untuk keselamatan para atlet, tetapi tidak ada rencana untuk memperpanjang turnamen menjadi 11 hari.

Baca juga: Duterte Pecat Wapres sebagai Kepala Perang Narkoba di Filipina

Sementara itu di wilayah pesisir, petugas telah menghentikan perjalanan laut di wilayah timur, yang menyebabkan ribuan wisatawan, kapal kargom dan perahu kecil harus berhenti.

Jamela Alindogan dari Al Jazeera yang berada di Albay, sekitar 12 kilometer tenggara Manila mengatakan bahwa negara itu seperti berada dalam arena perang ketika badai menghantam.

Alindogan mengatakan bandara setempat telah ditutup dan masih terlalu dini untuk mengetahui seberapa parah desa pesisir dan wilayah terpencil lainnya yang terpengaruh.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: