Pantau Flash
Lexus Boyong LX600 Off Road ke Tokyo Auto Salon 2022
Corona Belum Selesai, Muncul Lagi Virus Baru Bernama Flurona
Ade jadi Korban Begal Saat Tunggu Ibu Belanja di Pasar Cakung
Ahok Kandidat Pemimpin Nusantara
4 Pengeroyok yang Tewaskan Anggota TNI Ditangkap, Penusuknya Masih Buron

Gegara Kapal Selam, Prancis Marah Tarik Dubes dari AS dan Australia

Headline
Gegara Kapal Selam, Prancis Marah Tarik Dubes dari AS dan Australia Presiden Prancis Emmanuel Macron memakai payung saat ia memberikan pidato di Palais du Pharo di Marseille, Prancis. (Foto: Guillaume Horcajuelo/Reuters via Antara)

Pantau.com - Prancis mengalami krisis diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Amerika Serikat dan Australia setelah menarik para duta besarnya dari kedua negara itu pada Jumat (17/9).

Penarikan itu terkait kesepakatan keamanan trilateral yang berujung pada pembatalan kontrak kapal selam rancangan Prancis senilai 40 miliar dolar AS atau Rp570 triliun.

Dilansir Reuters, Sabtu (18/9/2021), Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian dalam sebuah pernyataan mengatakan, keputusan itu diambil oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron karena melihat betapa serius masalah ini.

Baca juga: Eks Petinggi Militer AS: Musuh Terbesar China di Laut China Selatan Adalah Dirinya Sendiri

Pada Kamis (16/9), Australia mengatakan akan membatalkan kesepakatan senilai 40 miliar dolar dengan perusahaan kontraktor pertahanan Prancis, Naval Group, untuk membangun armada kapal selam konvensional.

Sebagai gantinya, Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi buatan AS dan Inggris setelah ketiga negara membuat kemitraan keamanan. 

Prancis menyebut kesepakatan trilateral itu sebagai tindakan menusuk dari belakang. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat menyesali keputusan Prancis untuk menarik duta besarnya dan bahwa Washington telah berbicara dengan Prancis mengenai penarikan itu.

Pejabat tersebut mengatakan Amerika Serikat akan melakukan pembicaraan Prancis beberapa mendatang untuk menyelesaikan perbedaan pandangan.  Seorang juru bicara perdana menteri Australia menolak berkomentar tentang masalah ini.

Sebuah sumber diplomatik di Prancis mengatakan ini adalah pertama kalinya Paris menarik duta besarnya dengan cara seperti ini. Pernyataan kementerian luar negeri itu tidak menyebutkan Inggris, tetapi sumber diplomatik mengatakan Prancis menganggap Inggris telah bergabung dengan kesepakatan itu secara oportunistik.

Baca juga: Menlu Sampaikan Indonesia Prihatin Atas Rencana Australia Rancang Kapal Selam Tenaga Nuklir

"Kami tidak perlu mengadakan konsultasi dengan duta besar (Inggris) kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan atau untuk menarik kesimpulan apa pun," tambah sumber itu. Le Drian mengatakan kesepakatan itu tidak dapat diterima.

"Pengabaian proyek kapal selam dan pengumuman kemitraan baru dengan Amerika Serikat yang bertujuan meluncurkan studi baru untuk kemungkinan kerja sama propulsi nuklir di masa depan adalah perilaku yang tidak dapat diterima di antara sekutu," katanya dalam sebuah pernyataan pada Jumat (18/9).

"Konsekuensinya menyentuh konsep yang kita miliki tentang aliansi, kemitraan kita, dan pentingnya Indo-Pasifik bagi Eropa." 

Tim Pantau
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: