Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Hong Kong Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Korona

Headline
Hong Kong Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Korona Ilustrasi perawatan terhadap korban virus korona. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Hong Kong melaporkan kematian pertama akibat virus korona baru pada Selasa (4/2/2020). Ini adalah kematian kedua di luar China.

Kematian di Hong Kong itu membuat total jumlah korban jiwa, yang dilaporkan hingga Selasa, menjadi 427 orang.

Jumlah itu termasuk seorang pria yang meninggal di Filipina pekan lalu setelah ia berkunjung ke Wuhan, kota di China yang menjadi pusat wabah.

Baca juga: Evakuasi Warganya di Wuhan, Brasil Umumkan Darurat Nasional Virus Korona

Otoritas China mengatakan bahwa jumlah warga di China yang meninggal meningkat sebanyak 64 orang dari sehari sebelumnya sehingga total korban jiwa menjadi 425 orang. Sebagian besar dari korban itu meninggal di Hubei, provinsi yang diblokade dan beribu kota Wuhan.

Di Hong Kong, staf rumah sakit mengatakan bahwa seorang pria berusia 39 tahun yang meninggal itu sebelumnya punya masalah kesehatan kronis. Pria tersebut diketahui berkunjung ke Wuhan pada Januari dan kemudian jatuh sakit.

Ratusan petugas medis di bekas koloni Inggris itu melancarkan pemogokan hari kedua untuk menekan pemerintah menutup seluruh perbatasan kota itu dengan China daratan.

Baca juga: China Minta AS Tidak Lebay dalam Hadapi Wabah Virus Korona

Pemogokan dilakukan satu hari setelah Pemimpin Hong Kong Carrie Lam masih membuka tiga pos pemeriksaan terakhir.

"Kami bukan ingin mengancam pemerintah, kami hanya ingin mencegah wabah ini," kata Cheng, perawat berusia 26 tahun, di antara para peserta pemogokan.

Kota pusat keuangan Asia itu telah memastikan ada 15 orang tertular virus itu. Jaringan rumah sakit umum bergelut menangani para pasien, yang membanjiri rumah sakit, serta menjalankan langkah untuk menghadang wabah.

Hong Kong didera pengalaman parah Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS), virus korona lainnya yang muncul dari China pada 2002. Penyakit itu menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia. Data WHO menunjukkan bahwa SARS pada saat itu membunuh 299 orang di Hong Kong.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: