Pantau Flash
KPK Tetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Tersangka
Covid-19 RI 16 Oktober: Kasus Positif Naik 997 dengan Pasien Sembuh 1.525
Buntut Kabur Karantina, Polda Metro Jaya Bakal Periksa Rachel Vennya 21 Oktober
Polda Metro Gerebek Holywings Tebet, Ada Ratusan Orang Masih Berkerumun
Jokowi Ogah Manjakan BUMN Sakit: Terlalu Sering Dapat Proteksi, Maaf Enak Sekali

India Berstatus Siaga Jelang Publikasi Kewarganegaraan

Headline
India Berstatus Siaga Jelang Publikasi Kewarganegaraan Seorang polisi memeriksa tumpukan beras yang hancur di dalam sebuah rumah yang terbakar akibat kekerasan yang terjadi di Goshaigaon, Assam, India. (Foto: Reuters//Utpal Baruah)Foto: India/

Pantau.com - Puluhan ribu personel paramiliter dan polisi dikerahkan ke Assam, negara bagian India, pada Jumat, menjelang publikasi daftar kewarganegaraan yang dapat membuat jutaan orang, mayoritas Muslim, kehilangan kewarganegaraan.

Selama empat tahun terakhir, penduduk Assam telah berjuang untuk membuktikan identitas mereka dalam tes yang diperintahkan pengadilan pascapuluhan tahun kampanye dari kelompok yang mengeluhkan soal migran ilegal dari negara tetangga Bangladesh.

Baca juga: India Akan Buat Larangan Produksi dan Impor Vape, Indonesia Kapan?

Pada Sabtu otoritas akan merilis daftar akhir kewarganegaraan. Konsep tahun lalu menyebabkan empat juta orang tidak masuk daftar, meningkatkan antisipasi aksi protes dari orang-orang yang menghadapi masa depan suram ketika daftar itu keluar.

"Kami berada di jalur yang tepat untuk mempublikasikan daftar akhir pada Sabtu dan semua upaya telah dilakukan guna meyakinkan orang-orang mengalami kesulitan untuk memeriksa nama mereka," kata pejabat pemerintah.

Baca juga: Serangan Asam Cuka di India Kian Mengerikan

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang didukung nasionalis Hindu, mendukung tes kewarganegaraan dan mengatakan itu dapat memperluas tes ke negara perbatasan lainnya seperti Benggala Barat. Pengkritik berpendapat pencarian migran ilegal di Assam sebagian besar diarahkan pada minoritas Muslim.

Polisi menyebutkan 60.000 polisi negara bagian dan 19.000 personel paramiliter akan diterjunkan pada Sabtu. Negara bagian Assam yang berpenduduk 33 juta orang memiliki sejarah kekerasan sektarian dan etnis.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: