Pantau Flash
Lockdown Wuhan Resmi Berakhir
Kabar Baik! Warga Jabodetabek Akan Terima Bantuan Pangan Selama PSBB
Ronaldinho Segera Dibebaskan dari Penjara Paraguay
Update Korona di Ibu Kota: 1.443 Kasus, 141 Meninggal, dan 69 Sembuh
Bank Indonesia: Cadangan Devisa Cukup Penuhi Kebutuhan

Ingin Tangkal Korona, Pria Ini Tewas Usai Tenggak Cairan Pembersih Akuarium

Ingin Tangkal Korona, Pria Ini Tewas Usai Tenggak Cairan Pembersih Akuarium Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Seorang pria Arizona tewas sementara istrinya dalam kondisi kritis setelah mengonsumsi chloroquine fosfat, sebuah produk pembersih akuarium yang namanya mirip dengan obat-obatan yang disebut Presiden AS Donald Trump berguna menangkal infeksi virus korona.

Menurut juru bicara Rumah Sakit Banner Health di Phoenix, pasangan berusia 60-an tahun itu harus mendapat pertolongan medis segera setelah menelan obat itu. Diketahui, mereka meminum zat tambahan yang digunakan di akuarium untuk membersihkan tangki ikan. 

Baca juga: Wuhan Cabut Status Lockdown 8 April Mendatang

Chloroquine fosfat memiliki bahan aktif yang serupa dengan obat malaria yang oleh Trump disebut-sebut efektif untuk mengatasi COVID-19.

Pada Sabtu kemarin, Trump mencuit tentang kombinasi hydroxychloroquine dan azithromycin. Ia mengatakan kombinasi itu memiliki "peluang nyata untuk menjadi salah satu pengubah kondisi terbesar dalam sejarah kedokteran."

Ahli penyakit menular utama negara itu, Anthony Fauci, mengabaikan klaim itu, dengan mengatakan terapi itu harus diuji untuk memastikan keamanan dan kemanjurannya.

"Chloroquine, obat malaria, tidak boleh dicerna untuk mengobati atau mencegah virus ini," kata Banner Health dalam sebuah pernyataan, Senin.

Virus korona, yang menyebabkan penyakit pernapasan COVID-19 yang sangat menular, muncul pada Desember di Wuhan, China dan telah menyebar ke seluruh dunia.

Saat ini tidak ada vaksin atau perawatan yang dianjurkan untuk penyakit ini, tetapi para peneliti sedang mempelajari metode perawatan yang ada dan melakukan percobaan. Saat ini, sebagian besar pasien hanya dapat menerima perawatan pendukung.

Baca juga: Dalam Dua Hari Terakhir Tak Ada Kasus Baru Virus Korona di Wuhan China

"Mengingat ketidakpastian seputar COVID-19, kami memahami bahwa orang-orang berusaha menemukan cara baru untuk mencegah atau mengobati virus ini, tetapi caranya bukan dengan mengobati sendiri," kata Dr. Daniel Brooks, Direktur Pusat Informasi Obat dan Racun Banner.

Brooks mendesak komunitas medis untuk tidak meresepkan obat chloroquine kepada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit.

"Hal terakhir yang kami inginkan saat ini adalah unit gawat darurat kami dibanjiri dengan pasien yang percaya mereka menemukan solusi yang kabur dan berisiko yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka."

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: