Pantau Flash
Jokowi Benarkan 4 WNI Positif Korona di Kapal Pesiar Diamond Princess
Ada Gubernur Belum Alihkan Kewenangan Izin Investasi, Bahlil Lapor Presiden
KPK Takut Tangkap DPO Eks Sekretaris MA Nurhadi?
Rapper Pop Smoke Tewas Ditembak di Rumahnya
Lewis Hamilton Tercepat Hari Pertama Uji Coba Barcelona

Ini 5 Kota Besar Dunia yang Terancam Tenggelam, Jakarta Teratas

Headline
Ini 5 Kota Besar Dunia yang Terancam Tenggelam, Jakarta Teratas Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Presiden Jokowi baru saja meresmikan pemindahan ibu kota baru Indonesia ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara.

Kondisi fisik Jakarta sendiri disebut-sebut menjadi salah satu alasan pemindahan ibu kota. Kemacetan, banjir, menurunnya permukaan tanah, hingga meningkatnya permukaan laut menjadi pertimbangan pemerintah. Menurut data Economic Forum 2018, 95 persen wilayah di Jakarta Utara akan tenggelam pada 2050.

Bukan hanya Jakarta yang disebut akan tenggelam, sejumlah kota di dunia ini dilaporkan akan mengalami nasib yang sama dengan Jakarta akibat global warming. Dalam Perjanjian Iklim Paris disebutkan, jika suhu global naik di atas 1,5C maka peningkatan air laut akan mencapai 40 sentimeter pada 2100. Jika suhu di atas 2C, kenaikan akan lebih dari 50 sentimeter, dan hal tersebut dapat menghancurkan kota pesisir di seluruh dunia.

Berikut 5 kota di dunia yang terancam tenggelam yang dirangkum Pantau.com:

1. Jakarta, Indonesia

Ilustrasi kota Jakarta. (Foto: Shutterstock)

Berada pada tingkat 25,4 sentimeter per tahunnya, Jakarta disebut sebagai kota yang paling cepat tenggelam di dunia, menurut Ecowatch.com. Hal tersebut dipicu oleh banyaknya penggalian sumur ilegal.

Karena lebih dari 97 persen Jakarta ditutupi oleh hutan beton, air di tanah tidak dapat terisi oleh hujan dan sungai. Selain itu, penghalang banjir, seperti hutan mangrove, kerap menjadi korban untuk bangunan beton lainnya.

Baca juga: Penampakan 5 Landmark Terkenal di Inggris Dulu dan Kini, Selalu Tetap Indah

2. Bangkok, Thailand

Ilustrasi kota Bangkok. (Foto: Shutterstock)

Bangkok juga memiliki masalah yang sama dengan Jakarta, yakni gedung pencakar langit yang terus menekan permukaan tanah habis-habisan. Sebuah studi yang dikeluarkan oleh pemerin tah kota pada 2015 silam memprediksi kota itu akan tenggelam dalam waktu 15 tahun.

Bangkok telah mengambil beberapa tindakan untuk menjaga hal itu, salah satunya adalah Ground Water Act of 1977. Hal itu menciptakan harapan di mana Bangkok sekarang tenggelam pada tingkat yang lebih lambat daripada sebelumnya, tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan kota dari kenaikan air laut.

3. London, Inggris

Ilustrasi kota London. (Foto: Shutterstock)

Selama zaman es berakhir, gletser telah meningkat di wilayah Skotlandia, yang menyebabkan volume air meningkat di selatan Inggris. Saat ini, gletser yang meleleh telah menyebabkan kenaikan air laut hingga 1 milimeter per tahunnya, dan Inggris di bagian selatan akan tenggelam, termasuk London. 

Baca juga: Ini Metamorfosis Wajah 5 Kota Besar Dunia Dulu dan Sekarang

The Thames Barrier, yang dibuka pada 1984 untuk melindungi London dari banjir yang terjadi dalam 100 tahun sekali, telah digunakan dua hingga tiga kali dalam setahun. Namun saat ini, jumlahnya bertambah enam hingga tujuh kali.

4. Shanghai, China

Ilustrasi kota Shanghai. (Foto: Shutterstock)

Shangkai merupakan kota besar lainnya yang akan tenggelam akibat pembangunan gedung-gedung yang semakin membabi-buta. Hal ini berdasarkan faktor-faktor seperti jumlah orang yang tinggal dekat dengan garis pantai, waktu yang dibutuhkan agar banjir surut, dan tindakan untuk mencegah banjir.

Sejak 2012, pemerintah telah membuat upaya untuk mengatasi ancaman, termasuk membangun sistem drainase. Lalu meluncurkan proyek Pengaliran Banjir ke Sungai, yang akan merentang sejauh 120 kilometer antara Danau Taihu dan sungai Huangpu.

Menurut proyeksi Climate Central, 17,5 juta orang mengungsi akibat naiknya air jika suhu global meningkat.

5. Manila, Filipina

Ilustrasi kota Manila. (Foto: Shutterstock)

Manila disebut juga akan tenggelam karena ekstrasi air di tanah pada laju 10 sentimeter per tahunnya, 10 kali kenaikan permukaan laut diakibatkan oleh perubahan iklim.

Masalah lain yang menyebabkan kota itu akan tenggelam, yaitu penggunaan lahan untuk pertanian, yang mengkonsumsi banyak air, dan meningkatkan risiko banjir di kota tersebut.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional