Pantau Flash
Melonjak Rp5.000, Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi
Bappenas dan Denmark Kolaborasi dalam Pengembangan Ekonomi Sirkular
Quartararo Tercepat di Hari Kedua Uji Coba Qatar
Ji Xinping: Perjuangan China Hadapi Korona Masih pada Tahap Genting
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona

Ini Deretan Hal Aneh Pemerintah AS dalam Menghabiskan Anggaran

Ini Deretan Hal Aneh Pemerintah AS dalam Menghabiskan Anggaran Pasukan militer AS dari Ft. Riley, Kansas, memasang pagar kawat di dekat perbatasan di Meksiko di Donna, Texas, Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Delcia Lopez)

Pantau.com - Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan sistem teknologi paling maju di dunia. Tak heran jika anggaran yang dikeluarkan untuk sebuah penelitian sangatlah besar, baik untuk kesehatan maupun sistem pertahanan negara.

Pada awal tahun, Petagon dilaporkan mengajukan anggaran sebesar USD718 miliar untuk operasi darurat militer hingga pasukan antariksa. Tidak hanya untuk sistem pertahanan, pemerintah AS diketahui juga mengeluarkan anggaran untuk sejumlah hal yang justru menimbulkan pertanyaan.

Berikut 5 hal aneh pemerintah Amerika dalam mengeluarkan anggaran negara.

Baca juga: Deretan Pemimpin Paling Diktator dan Terkejam Dunia, Adakah dari Indonesia?

1. Kamuflase yang Menonjol

Ilustrasi pakaian kamuflase. (Foto: Hasky2/Shutterstock)

Pentagon telah dikritik karena menghabiskan USD28 juta pada biaya kostum kamuflase dengan pola hijau untuk seragam Tentara Nasional Afghanistan.

Pasalnya, Afghanistan merupakan 98 persen wilayah dengan gurun, sehingga warna cerah seperti pola hijau akan sangat menonjol dan tidak cocok untuk kamuflase. 

2. Membayar Hipster 

Ilustrasi merokok. (Foto: Oleggg/Shutterstock)

Ketika NIH berpikir iklan anti rokok tak bekerja untuk anak-anak muda, mereka memutuskan untuk langsung ke sumbernya, yakni hipster. Mereka menyebutnya sebagai grup yang berfokus untuk musik alternatif, seniman, hingga desainer lokal. Kampanye tersebut menghabiskan USD5 juta.

Selain itu, pemerintah juga melakukan kampanye lainnya dengan membayar hipster terkenal USD100 untuk menyebarkan pesan anti rokok dan mengajak para pengikutnya untuk berhenti merokok.

3. Bangunan Kosong

Ilustrasi bangunan. (Foto: Shutterstock)

Beberapa sekolah tua, perkantoran, dan gedung yang berjumlah sekitar 770.000 tidak lagi terpakai atau digunakan oleh pemerintah sejak 2016.

Masalahnya adalah bangunan tersebut membutuhkan pemeliharaan, seperti aliran air hingga perawatan kebun. Menurut NPR, biaya perawatan untuk gedung-gedung kosong itu mencapai USD1,7 miliar setiap tahunnya.

Baca juga: Ini 5 Kota Besar Dunia yang Terancam Tenggelam, Jakarta Teratas

4. Percetakan Dokumen

Ilustrasi dokumen. (Foto: Nirat.pix/Shutterstock)

Federal Register setiap harinya mencetak dokumen untuk kepentingan proposal pemerintah, keputusan rapat, dan pertemuan telah memakan biaya hingga USD929, dan banyak dari dokumen tersebut berakhir di tempat sampah karena tidak dibaca.

Setiap anggota Kongres secara otomatis menerima salinan baru setiap harinya, meskipun isinya tersedia secara online. Sebuah RUU yang dipertimbangkan pada 2017 silam memperkirakan sekitar USD1 juta diselamatkan jika Federal Register tidak mencetak dokumen yang tidak terbaca setiap harinya.

5. Burung Puyuh Jepang

Ilustrasi burung puyuh. (Foto: Vladimir Wrangel/Shutterstock)

Pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan setidaknya USD518 ribu untuk mempelajari bagaimana kokain mempengaruhi perilaku seksual dari burung puyuh Jepang. Terdengar begitu aneh, tetapi para peneliti memiliki alasan tersendiri.

Mereka mencoba melihat bagaimana kokain mempengaruhi perilaku seksual yang berisiko pada manusia, dan kebiasaan seks pada burung putuh menjadi percobaannya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: