Pantau Flash
Di Hari Raya Idul Fitri, Kasus Positif COVID-19 Naik 3.448 dengan Total 1.731.652
Menag Yaqut: Selamat Memperingati Kenaikan Isa Almasih
Anies Apresiasi Sikap Presiden Jokowi Soal Palestina
11.281 Personel Gabungan Diturunkan Amankan Pelaksanaan Salat Ied di 2.922 Masjid di Jakarta
TPU Pondok Kelapa Tiadakan Kegiatan Ziarah hingga 16 Mei 2021

Ini Kata Carrie Lam Soal Pencabutan UU Ekstradisi di Hong Kong

Ini Kata Carrie Lam Soal Pencabutan UU Ekstradisi di Hong Kong Pemimpin Hong Kong Carrie Lam bersama Presiden China Ji Xinping. (Foto: Reuters/Bobby Yip)

Pantau.com - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan ia berharap pencabutan resmi rancangan undang-undang ekstradisi, yang kontroversial, dan tindakan lain akan membantu menyelesaikan krisis politik di kota itu.

Dilansir Reuters, Lam yang didukung China, berbicara sehari setelah ia secara resmi mencabut RUU tersebut, yang telah menyulut protes massal dan menjerumuskan kota yang dikuasai China itu ke dalam krisis politik terbesarnya dalam beberapa dasawarsa.

Pemrotes dan sebagian anggota Parlemen dengan cepat menanggapi tindakan Lam sebagai terlalu kecil, sangat terlambat. RUU tersebut, yang mestinya mengizinkan pelaku pelanggaran di kota itu dikirim ke China untuk diadili di pengadilan yang dikuasai Partai Komunis, dipandang sebagai contoh paling akhir mengenai apa yang oleh banyak warga dipandang sebagai pengendalian yang lebih ketat oleh Beijing, kendati ada janji otonomi.

Baca juga: Carrie Lam: Saya Bisa Bantu Hong Kong Keluar dari Dilema China

Pusat keuangan Asia tersebut telah diguncang sebagian kerusuhan terburuk dalam beberapa dasawarsa --pemrotes membakar barikade dan melemparkan bom bensin sementara polisi membalas dengan menyemprotkan air, menembakkan gas air mata dan menggunakan pentungan.

Bekas koloni Inggris tersebut diserahkan kembali kepada China pada 1997 berdasarkan kesepakatan "satu negara, dua sistem", yang memberi kota dengan lebih dari tujuh juta orang warga kebebasan lebih besar daripada kota lain di China Daratan, seperti pengadilan independen.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: