Pantau Flash
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi
3 Induk Cabor Tanda Tangan MoU Dana Pelatnas 2020

Iran Tembak Pesawat Ukraina, Ayatollah Ali Khamenei Dituntut Mundur

Headline
Iran Tembak Pesawat Ukraina, Ayatollah Ali Khamenei Dituntut Mundur Para pengunjuk rasa mengangkat slogan-slogan untuk menunjukkan simpati mereka kepada para korban kecelakaan pesawat di Teheran (Nazanin Tabatabaee/WANA via Reuters)

Pantau.com - Sebuah pesawat komersial milik Ukraina yang ditembak jatuh militer Iran di tengah ketegangan Amerika-Iran memicu protes menuntut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mundur. Semua penumpang berjumlah 176 tewas dalam serangan tersebut.

"Panglima Tertinggi (Khamenei) mengundurkan diri, mengundurkan diri," demikian suara dari video yang di unggah ke Twitter. Video tersebut menunjukkan rasutan orang meneriakkan tuntutannya di depan Universitas Amir Kabir Teheren pada Sabtu (11/1). Sementara yang lain mempertanyakan mengapa pesawat tersebut diizinkan terbang padahal ketegangan di Iran begitu tinggi.

Dilansir Al Jazeera, Minggu (12/1/2020), kantor berita Fars melaporkan bahwa polisi Iran membubarkan massa yang meneriakkan slogan-slogan "radikal" selama protes di Teheran.

Baca juga: Iran Mengaku Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, tapi Beralasan Tidak Sengaja

Aksi demonstrasi yang tergabung dari para mahasiswa itu meneriakkan slogan-slogan yang mengecam "pembohong" dan menuntut pengunduran diri dari mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat dan diduga menutupi tindakan kecelakaan tersebut. Fars mengatakan massa meneriakkan slogan "destruktif" dan "radikal".

Melaporkan langsung dari Teheran, Dorsa Jabbari dari Al Jazeera mengatakan ada banyak kemarahan. Iran menuntut keadilan dan pertanggungjawaban. Banyak orang termasuk keluarga para korban terkejut. Mereka tidak mengerti mengapa pemerintah mereka berbohong kepada mereka untuk ini.

Baca juga: Terkait Penembakan Pesawat Ukraina Airlines, Kanada Peringatkan Iran

"Vigil yang diadakan di dekat Universitas Amir Kabir dengan cepat berubah menjadi protes anti-pemerintah dengan orang-orang yang meminta IRGC untuk meninggalkan negara itu," katanya. Kepemimpinan Iran terakhir menghadapi protes massal pada November menyusul kenaikan harga bensin.

Setelah sempat membantah, Iran akhirnya mengakui bahwa militernya telah menembak jatuh pesawat Ukraina dan menyebut kecelakaan itu kesalahan yang besar pada Sabtu kemarin. Militer mengklaim pertahanan udara ditembakkan secara keliru selama peringatan yang diberlakukan usai rudal Iran menghantam pangkalan militer AS di Irak.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - NPW
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: