Pantau Flash
Kapal 10 Penumpang Tenggelam di Perairan Halmahera, 1 Orang Hilang
Puan Maharani Soal Kepercayaan Publik: Perilaku 1 Anggota DPR Berpengaruh!
Survei Median: Prabowo Ungguli Anies Jika Pilpres Digelar Hari Ini
KKP Targetkan 41.000 Kelompok Usaha di 2020 Diberikan Penyuluhan
Rano Karno Terima Uang Rp1,5 Miliar dari Tubagus Chaeri Wardana?

Isu Buruknya SEA Games Filipina karena Korupsi, Duterte Minta Investigasi

Isu Buruknya SEA Games Filipina karena Korupsi, Duterte Minta Investigasi Presiden Filipina (tengah). (Foto: Reuters/Dondi Tawatao)

Pantau.com - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap masalah-masalah yang mengganggu ketuan-rumahan Filipina pada ajang SEA Games 2019, termasuk berbagai tudingan ketidak profesionalan panitia yang memalukan lantaran diduga buntut akibat dari korupsi.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengungkapkan, Duterte tidak senang saat mengetahui pengalaman tidak mengenakkan atlet-atlet asing yang tidak dijamu dengan pantas serta mengalami kesulitan dalam akomodasi dan transportasi begitu tiba di Filipina.

"Ada tuduhan korupsi yang muncul di koran-koran dan dia tidak suka itu. Dia ingin menginvestigasi itu. Dia tak menoleransi korupsi," kata Panelo dalam sebuah wawancara seperti dikutip Philippine Star dalam lamannya, Rabu (27/11/2019).

Baca juga: NOC Indonesia Siap Bantu PHISGOC

Panelo sebelumnya menyatakan klaim penyambutan buruk yang dialami atlet asing tidaklah serius. Ia mengatakan, penyelidikan dugaan korupsi ini mencakup semua penyelenggara, termasuk Ketua DPR yang juga ketua Komite Penyelenggara SEA Games Filipina (PHISGOC) Alan Cayetano.

Kantor Kepresidenan akan menggelar penyelidikan, kata dia, yang termasuk semua aspek, mulai dari penginapan atlet, konstruksi kaldron yang menghabiskan dana 45 juta peso.

Ketika ditanya apakah penyelidikan itu muncul setelah tersebarnya kekacauan penyelenggaraan, Panelo menjawab mereka yang terlibat harus bertanggungjawab.

Menurut Philippine Star, di antara masalah yang timbul menjelang dibukanya SEA Games adalah kekacauan dalam transportasi atlet, makanan yang tidak layak, tidak tersedianya makanan halal untuk atlet Muslim, beberapa venue yang belum selesai, pusat media dan fasilitas pemain.

PHISGOC sudah meminta maaf atas kekacauan yang terjadi dan berjanji untuk ke depan lebih baik lagi.

Baca juga: Panitia SEA Games Banyak Masalah, Indra Sjafri: Itu Bukan Urusan Kami

Sementara itu di Twitter akun SEA Games 2019 masih diberondong dengan keluhan dan kritik atas penyelenggaran event Asia Tenggara ini, baik dari luar Filipina maupun dari dalam negeri sendiri. Namun beberapa netizen berusaha menepis kabar buruk yang dalam beberapa hari terakhir ini diekspos oleh sejumlah media, termasuk Singapura.

Netizen berakun artysfridz mencuit bahwa "terlalu dini mengatakan SEA Games 2019 gagal." Dia meminta warga Filipina mendukung atletnya sukses dalam event ini, dan tidak terganggu oleh apa yang disebutnya dengan kabar bohong atau fake news.

Sedangkan akun seseorang dari Filipina bernama Ciemny Aniol menyatakan, "97 persen rakyat Filipina mendoakan SEA Games 2019 berhasil...3 persen mendoakan gagal."

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: