Pantau Flash
Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa IPB Jadi Petani Modern
Polri: Pemilik Zat Radioaktif Ilegal yang Gemparkan Tangsel Pegawai BATAN
Ada Fenomena CENS dari Laut China Selatan dalam Banjir Jakarta
Marquez Akui Sempat Kesulitan dengan Motor Baru Honda
Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp13.887 per Dolar AS

Jokowi Minta Duterte Bantu Pembebasan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Headline
Jokowi Minta Duterte Bantu Pembebasan WNI yang Disandera Abu Sayyaf Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pantau.com - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi telah meminta Pemerintah Filipina untuk membantu secara intensif dalam upaya pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Mengenai itu, kemarin saya berkesempatan pada saat KTT RoK (Republik of Korea)-ASEAN, saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina," katanya, di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Retno menyebut bahwa Presiden RI Joko Widodo juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk membicarakan permasalahan yang sama. "Intinya, pesan yang disampaikan Presiden dan saya adalah sama," ungkapnya.

Baca juga: Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp8 Miliar Jika Ingin Bebaskan 3 WNI

Dalam pertemuan itu, pihaknya mengingatkan kembali bahwa masih ada tiga WNI yang menjadi korban penculikan dan memohon bantuan otoritas Filipina untuk mengintensifkan upaya pembebasan.

"Kita memohon meminta bantuan otoritas Filipina untuk dapat mengintensifkan upaya membebaskan tiga WNI dengan selamat dan ini direspon dengan baik oleh mereka," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia dan Filipina untuk upaya pembebasan tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf sejak September lalu. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, menanggapi rekaman video yang diunggah di media sosial akhir pekan lalu, yang berisi permintaan uang tebusan.

Dalam video berdurasi 43 detik tersebut, ketiga WNI yakni Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27), dan Samiun Maneu (27) meminta pemerintah membantu pembebasan mereka.

"Kami bekerja di Malaysia. Kami ditangkap Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019. Kami harap bos kami bantu kami untuk bebaskan kami," kata Samiun menggunakan bahasa Indonesia dalam video tersebut.

Ia juga menyebut bahwa kelompok Abu Sayyaf meminta 30 juta peso atau sekitar Rp8 miliar sebagai uang tebusan.

Baca juga: 2 Nelayan Sultra Disandera Abu Sayyaf, Keluarga Minta Bantuan Pemerintah

Media Malaysia, The Star, melaporkan bahwa kelompok Abu Sayyaf menangkap Maharudin, Farhan, dan Samiun ketika ketiganya tengah melaut dan memancing udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah.

Sekitar pukul 23.58 waktu setempat, dua kapal kecil merapat dari bagian buritan dan tujuh orang bersenjata menaiki kapal tersebut.

Perairan itu memang dikenal rawan pembajakan dan penyanderaan oleh kelompok bersenjata dari selatan Filipina seperti Abu Sayyaf.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: