Pantau Flash
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020
Bersama OJK, Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro di Lombok Tengah

Kabut Asap Kepung Malaysia, Sekolah di Port dan Putrajaya Ditutup

Headline
Kabut Asap Kepung Malaysia, Sekolah di Port dan Putrajaya Ditutup Kondisi di Kuala Lumpur Selasa (17/9/2019) pagi. (Foto: ANTARA/Asep)

Pantau.com - Sejumlah sekolah di Port Dickson, Negeri Sembilan, dan Wilayah Persekutuan Putrajaya Malaysia, Selasa, ditutup karena asap yang sudah melewati ambang batas kesehatan.

Kantor Pendidikan Negeri Sembilan (JPNS) dalam siaran pers di Kuala Lumpur menyampaikan berdasarkan bacaan Indeks Pencemaran Udara (IPU) yang telah melebihi 200 mulai pukul 07.00 waktu setempat Selasa (17/9), semua sekolah di Port Dickson ditutup.

Kategori kualitas udara berdasarkan Air Pollutant Index of Malaysia (APIMS) adalah 0 - 50 = baik, 51 - 100 = sederhana, 101 - 200 = tidak sehat, 201 - 300 = sangat tidak sehat dan 300 ke atas = berbahaya.

Baca juga: Kata KLHK, Kebakaran di Australia Picu Kebakaran di Kalimantan

Pejabat JPNS Dr Mohamed Rafie mengatakan sebanyak 63 sekolah di Port Dickson ditutup semua karena berdasarkan IPU sudah mencapai 203. Mohamed Rafie mengatakan sekolah di Port Dickson semuanya memiliki 22.877 murid.

"JPNS akan terus memantau keadaan dan membuat pengumuman. Bagaimanapun guru-guru masih perlu hadir ke sekolah dan disarankan memakai masker untuk melindungi dari asap," katanya.

Sementara itu semua sekolah di Putrajaya juga ditutup karena IPU-nya melebihi angka 200. Terdapat 25 sekolah di kawasan Putrajaya yakni 15 sekolah kebangsaan (SD) dan 10 sekolah menengah.

Baca juga: Malaysia Kirim Nota Protes Soal Karthutla kepada Indonesia?

Bagian Pendidikan Swasta Kementrian Pendidikan Malaysia juga telah melaporkan sebanyak 12 buah sekolah swasta dengan 7432 murid telah ditutup akibat asap sejak pukul 07.00.

Di antara sekolah-sekolah tersebut empat terdapat di Kuala Lumpur yakni Sri Utama School, Garden International School, Eaton International School dan Cempaka International School.

Kantor Meteorologi Malaysia bekerjasama dengan Badan Urusan Bencana Negara (NADMA) dan Tentara Udara Diraja Malaysia telah melaksanakan operasi rekayasa awan di Selangor, Negeri Sembilan dan Malaka.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: