Pantau Flash
Luhut Klaim Sektor Pariwisata Bisa Pulih dalam 10 Bulan Akibat COVID-19
Kemnaker: Ada 1,7 Pekerja Terdampak Pandemi COVID-19
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Harus Jalan Selama Pandemi Korona
Jusuf Kalla: Fatwa MUI DKI 2001 Perbolehkan Salat Jumat 2 Gelombang
Gugus Tugas: Skema Herd Immunity Butuh Waktu yang Lama

Kakek 74 Tahun Ini Divonis 45 Tahun Penjara, Alasannya Bikin Emosi

Kakek 74 Tahun Ini Divonis 45 Tahun Penjara, Alasannya Bikin Emosi Jeni Haynes (kanan) bersama ibunya di Pengadilan Distrik Downing Centre di Sydney. (Foto: AAP/Jeremy Piper via ABC News)

Pantau.com - Seorang pria berusia 74 tahun Richard Haynes kemungkinan akan meninggal di penjara setelah mendapat hukuman 45 tahun penjara karena berulang kali memperkosa putrinya sendiri.

Dalam sidang di Pengadilan District di Sydney, Australia, hari Jumat (6/9/2019), Hakim Sarah Hugget mengatakan Haynes besar kemungkinan akan meninggal dalam penjara karena hukuman minimum yang harus dijalaninya adalah 33 tahun penjara.

Di masa-masa pertengahan sidang bulan Maret lalu, Haynes yang sebelumnya diekstradisi dari Inggris, menyatakan diri bersalah atas serangkaian tuduhan pemerkosaaan, sodomi dan juga penyerangan seksual lain yang terjadi di tahun 1970-an dan 1980-an. Korbannya adalah putrinya sendiri Jennifer yang ketika itu berusia antara 4 sampai 11 tahun.

Baca juga: Kosovo Penjarakan 6 Orang Setelah Merencanakan Serangan Terhadap NATO

Hakim menggambarkan apa yang dilakukan Haynes terhadap putrinya merupakan tindakan "menjijikan dan mengerikan" dan dilakukan untuk mempermalukan, dan menguasai seseorang.

"Manipulasi psikologis yang digunakan oleh pelaku, ditambah dengan tindak kekerasan digunakan untuk menekankan kekuasaan dia terhadap anak putrinya." kata Hakim.

Selama satu jam ketika membacakan keputusan, Hakim Hugget merinci tindakan yang dilakukan oleh Haynes dimana dia mengancam, memarahi dan membuat putrinya seperti budak lewat pelecehan seksual. Ketika mendengar keputusan hakim Richard Haynes tidak menunjukkan reaksi sama sekali dan tidak melihat ke arah putrinya ketika Haynes dibawa oleh petugas.

Baca juga: Kepala Intelijen Australia: Intervensi Asing Lebih Bahaya dari Teroris

Dalam persidangan Jennifer Haynes mengungkapkan bahwa bila dia memberitahu orang lain mengenai apa yang dilakukan bapaknya, ibunya akan meninggal karena itu kesalahan Jennifer. Juga Richard Haynes mengancam akan membunuh saudara kandung Jennifer dan kucingnya/

"Tidak seorang pun yang mencintai kamu. Saya bisa melakukan apa pun terhadap kamu." kata Haynes kepada putrinya ketika melakukan berbagai tindakan tersebut.

Hakim menggambarkan kesaksian yang dibeberkan Jennifer Haynes sebagai 'hal yang paling mengyakinkan. Jennifer sekarang berusia 49 tahun dan dia tidak keberatan identitasnya diungkap.

Karena perlakuan keji ayahnya tersebut, Jennifer mengalami gangguan psikologis yang disebut dissociative identity disorder dimana Jennifer memiliki beberapa identitas berbeda. Identitas yang muncul antara lain menjadi Symphony seorang bocah perempuan berusia 4 tahun. dan seorang remaja putra bernama Muscles.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: