Pantau Flash
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi
3 Induk Cabor Tanda Tangan MoU Dana Pelatnas 2020

Kanselir Jerman Desak Semua Pihak Dukung Perjanjian Nuklir Iran

Kanselir Jerman Desak Semua Pihak Dukung Perjanjian Nuklir Iran Dari kiri ke kanan: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri sebuah konferensi pers di Paris, Prancis, 9/12/2019. ANTARA REUTERS/Charles Platiau/Pool

Pantau.com - Kanselir Jerman Angela Merkel kembali menyerukan semua pihak agar mendukung perjanjian nuklir Iran, di tengah keputusan Iran untuk menggenjot pengayaan uranium miliknya serta langkah Amerika Serikat untuk memberlakukan sanksi ekonomi.

Berdasarkan perjanjian 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), Iran sepakat dengan China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, dan AS untuk membatasi program nuklir miliknya.

Baca juga: DPR Amerika Serikat Cegah Trump Berperang dengan Iran

"Kami sepakat bahwa kita harus berbuat sesuatu untuk mempertahankan perjanjian JCPOA. Jerman yakin bahwa Iran seharusnya tidak memperolah atau memiliki senjata nuklir," kata Merkel saat konferensi pers gabungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Sabtu waktu setempat.

"Demi alasan ini kami akan terus menggunakan semua sarana diplomatik untuk mempertahankan keberadaan perjanjian ini, yang tentunya tidak sempurna namun itu adalah sebuah perjanjian dan melibatkan komitmen dari semua pihak," kata Merkel.

Baca juga: Iran-Amerika Serikat Makin Tegang, Menlu Israel Tunda Kunjungan ke UEA 

Tak seperti Amerika Serikat yang pada Jumat kemarin kembali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran, negara-negara Eropa memberi Teheran lebih banyak waktu untuk menghindari proliferasi nuklir ketimbang memulai proses yang dapat berujung pada pemberlakuan kembali sanksi BB.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Internasional

Berita Terkait: