Pantau Flash
Pasien Positif Virus Corona di Malaysia Bertambah Jadi Empat Orang
Kalah dari Wakil Inggris, Hafiz/Glo Jadi Runner-up Thailand Master 2020
Kanada Identifikasi Kasus Pertama Virus Corona
Persib Bandung Perpanjang Kontrak Omid Nazari Satu Musim
Hafiz/Gloria Rebut Tiket Final Thailand Masters 2020

Kantor Pemenangan Calon Presiden Afghanistan Diserang Bom, 20 Orang Tewas

Headline
Kantor Pemenangan Calon Presiden Afghanistan Diserang Bom, 20 Orang Tewas Personil pasukan keamanan Afghanistan berjalan melewati sebuah kendaraan yang terbakar usai serangan di kantor calon wakil presiden Afghanistan, 29 Juli 2019. (Foto: Reuters/Mohammad Ismail)

Pantau.com - Dua dari empat teroris yang menyerang kantor pemenangan calon presiden Afghanistan telah ditembak mati oleh otoritas setempat, demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Senin (29/7/2019).

Sedikitnya 20 orang tewas dan 50 terluka dalam serangan yang menargetkan kantor pemenangan calon presiden Ashraf Ghani dan calon wakil presiden Amrullah Saleh di Kabul, Minggu, 28 Juli 2019.

Baca juga: Taliban Minta Penarikan Pasukan Asing Sebelum Pembicaraan dengan Afganistan

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahimi mengatakan, serangan itu berawal dari  dengan ledakan di Kabul utara. Dekat dengan kantor Green Trend, organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada reformasi dan pemuda yang diketuai Amrullah Saleh.

"Serangan dimulai pada pukul 16.40 waktu setempat di Afghanistan Green Trend Office dengan bom mobil yang diikuti degan serangan kelompok bersenjata. Serangan menewaskan 20 orang dan melukai 50 orang lainnya," demikian pernyataan resmi pemerintah, dikutip dari Sputnik, Senin (29/7/2019).

Baca juga: Mengapa Trump Khawatir Jika Militer AS Pergi dari Afghanistan?

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab dalam insiden itu. Namun, baik Taliban maupun ISIS sering melakukan serangan di Kabul, Afghanistan selama ini.

Sejumlah serangan tersebut datang setelah kampanye untuk pemilihan presiden yang akan datang. Pemilihan presiden Afghanistan dijadwalkan pada 28 September.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: