Karyawan McDonald’s Didenda Rp 6 Juta Karena Meninggalkan Sampah di Belakang Rumahnya

Headline
Chloe Rhodes Karyawan McDonald's (Istimewa/Mirror/Stoke Sentinel)Chloe Rhodes Karyawan McDonald's (Istimewa/Mirror/Stoke Sentinel)

Pantau.com – Seorang karyawan McDonald’s didenda Rp 6 juta karena meninggalkan sampah di dalam sebuah kotak meskipun tidak ada tempat sampah di dekatnya.

Dilansir dari Mirror, Karyawan McDonald’s yang bernama Chloe Rhodes ini diberi pemberitahuan denda karena meninggalkan sampah di gang belakang rumahnya sembari dia menunggu tong sampahnya diantar. Wanita ini didenda tepat sebelum natal tiba, sehari sebelum tempat sampahnya dikirim.

Setelah mendengar berita tentang Chloe, ada seorang yang baik hati ingin membantu Chloe, namun ia tidak mau disebutkan namanya. Ia ingin turun tangan untuk membayar denda wanita tersebut sebesar Rp 6 juta.

Orang baik itu ternyata bekerja di sebuah bank Kanada, dendanya pun sudah lunas terbayar. Hal ini membuat Chloe sangat berterima kasih atas kebaikan orang tersebut.

“Saya mendengar cerita itu secara tidak sengaja dan saya terkejut melihat keadaan wanita itu,” ucapnya di Stoke on Trent Live.

“Situasi Chloe cukup bisa dimengerti mengingat dia baru saja pindah dan besarnya denda tersebut sangat tidak sebanding dengan pelanggarannya,” 

“Faktanya dia adalah seorang ibu tunggal muda dan bekerja paruh waktu di McDonald’s yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.”

Chloe, tinggal di daerah Oldfield Street bersama putranya yang berusia empat tahun, Logan, ia tidak bisa berkata apa-apa karena adanya bantuan itu. 

“Saya sangat bersyukur ada seseorang yang tidak saya kenal bersedia membayar denda saya. ucap Chloe.

Dewan Kota Stoke on Trent telah meringankan denda yang dikeluarkan untuk Chloe. Denda itu dilayangkan karena daerah tersebut adalah salah satu yang terburuk di kota untuk pembuangan limbah.

Penasihat anggota kabinet untuk perumahan dan lingkungan, Carl Edwards, mengatakan: “Sayangnya, daerah ini memiliki masalah sampah yang signifikan yang dibuang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas limbah mereka.

Tim Pantau
Editor
abdan
Penulis
M. Abdan Muflih