Pantau Flash
Bulog Amankan Pasokan Beras Lokal Jelang Ramadan
KPK Gagal Temukan Nurhadi saat Geledah Kantornya di Jaksel
Ojek Online Demo Tolak Revisi UU 22 Tahun 2009
Ratusan Driver Ojol Geruduk Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto-Slipi Ditutup
Bank Indonesia: Uang Beredar di Januari 2020 Meningkat 7,1 Persen

Kematian Pekerja Seks Berusia 69 Tahun Bikin Geger, Polisi Fokus ke Ponsel

Kematian Pekerja Seks Berusia 69 Tahun Bikin Geger, Polisi Fokus ke Ponsel Kimberley McRae sering terlihat berjalan-jalan di kawasan pemukiman Cooge yang terletak di pinggir pantai. (Foto: NSW Police)

Pantau.com - Polisi di Sydney diturunkan untuk menyelidiki kematian seorang pekerja seks perempuan berusia 69 tahun, yang ditemukan tewas di unit tempat tinggalnya di Sydney Timur.

Kematian Pekerja Seks di Sydney
1. Polisi menemukan mayat Kimberley McRae di unit tempat tinggalnya
2. Uji forensik belum menentukan sebab kematiannya
3. Polisi meminta informasi dari masyarakat untuk bisa mengungkap kasus kematiannya

Kimberley McRae, yang juga memiliki beberapa nama samaran lain, hidup sendirian di Mount Street, Coogee, sekitar 8.2 km dari pusat kota Sydney. Danny Doherty, detektif dari Kepolisian Metro Sydney mengatakan Kimberley adalah seorang pekerja seks dan polisi sedang menyelidiki seluruh aspek dari kematiannya.

"Dia adalah penduduk lokal Coogee, sering terlihat di kawasan Coogee," kata Doherty, dilansir dari ABC News, Minggu (19/1/2020).

"Dia selalu tampil berbeda, siapapun akan mengenal dia. Bila anda pernah bertemu dia, pasti akan mengenalnya."

Baca juga: Pantai Timur Australia Banjir Disertai Badai Petir

Polisi juga mengecek apakah pekerjaan Kimberley sebagai seorang pekerja seksual menjadi sebab kematiannya. Mayatnya ditemukan di dalam unit tempat tinggalnya Selasa pagi 14 Januari 2020, jam 10 oleh petugas polisi.

Doherty mengatakan bahwa mayat Kimberley sudah beberapa lamanya berada di sana dan pencarian dilakukan setelah sanak keluarga mulai mengkhawatirkan keadaannya.

Baca juga: Ini Dia Wombat, Pahlawan Kecil saat Kebakaran Hutan di Australia

Dia terakhir kali terlihat di depan umum hari Selasa, 7 Januari 2020, namun tercatat ada aktivitas panggilan di ponselnya. Polisi mengatakan bahwa Kimberley terakhir terlihat di unit tempat tinggalnya sekitar tujuh hari sebelum mayatnya ditemukan.

Pemeriksaan yang dilakukan kemarin belum bisa menyimpulkan sebab kematian dan tes lanjutan akan dilakukan. "Petugas penyidik tahu bahwa Kim bekerja di industri seks dan juga dikenal dengan nama Isabella, Samantha dan Sabrina."

"Tentu saja kami ingin berbicara dengan siapa saja yang memiliki informasi atau pengetahuan mengenai perilaku sosial Kim," kata Doherty dari Kepolisian Sydney.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: