Pantau Flash
Pemkab Bogor Diminta Turun Tangan Atasi Kepadatan Jalur Puncak Saat PSBB
The New Normal, Penumpang Wajib Datang 4 Jam Sebelum Penerbangan
Kasus Positif di Indonesia Capai 26.940, Pasien Sembuh Tercatat 7.637
Resmi! MotoGP Jepang Batal Digelar Akibat COVID-19
23 Mall di Bandung Ajukan Kesiapan Penerapan 'New Normal' di Tengah Pandemi

Konyol, Delta Air Lines Bawa Terbang Kotoran Manusia Selama 2 Jam

Konyol, Delta Air Lines Bawa Terbang Kotoran Manusia Selama 2 Jam Maskapai Delta Air Lines. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Seorang pria bernama Matthew mengungkapkan kekesalannya terhadap maskapai penerbangan Delta Air Lines. Pasalnya ia merasa, staf maskapai teledor tidak membersihkan kotoran saat pesawat akan terbang.

Matthew Meehan mengatakan, diberikan dua pilihan oleh pihak Delta Airlines. Tetap uduk atau penerbangan dari  Atlanta ke Miami ditunda. Merasa tak terima ia pun memposting keteledoran yang dilakukan pihak maskapai. 

Baca juga: ABC News: Masalah 4 Penerbangan Terakhir Lion Air Terletak pada Indikator Kecepatan

Melansir RT, Rabu (7/11/2018), awak pesawat Delta sebenarnya telah mengatakan pada Meehan bahwa telah melaporkan adanya kotoran tersebut kepada kru pembersih. 

"Dia memiliki kewenangan untuk menunda penerbangan dan membersihkan daerah itu, tetapi menolak. Saya menolak untuk duduk. Saya disuruh membersihkan sendiri ke kamar mandi, hanya diberikan dua handuk," kata matthew.

Baca juga: Pantau Video: Wow! Dua Pesawat Bertemu di Udara, Ini yang Terjadi

Kendati telah meninta protokol pesawat untuk naik ke pesawat, boarding tetap tidak dilakukan. Ia mengatakan, pihak pesawat seharusnya kit biohazard, setidaknya lebih baik dari handuk saja.

Awak penerbangan menyalahkan anjing milik seorang warga Jerman, sementara agen penerbangan menyatakan kotoroan itu berasal dari seorang kakek-kakek yang telah mendarat sebelumnya. Namun Matthew enggan mengomentari asal kotoran tersebut.

"Ini tinja; itu membawa penyakit dengan cara apa pun yang kamu lihat. Aku belum siap untuk kembali ke pesawat," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: