Pantau Flash
ICW: Pernyataan Jokowi Jadi Teguran Keras Buat Yasonna
Keluyuran saat Pandemi Korona, 20 Orang Diamankan Polisi di Jakarta Utara
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal

Korea Memanas, Rudal Korut Kencingi Perjanjian dengan Korsel

Korea Memanas, Rudal Korut Kencingi Perjanjian dengan Korsel Bendera Korea Utara di atas sebuah menara 160 meter di desa propaganda Korea Utara Gijungdong. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Korea Utara kembali meluncurkan sedikitnya dua proyektil ke perairan pada Jumat, kata militer Korea Selatan, sesaat setelah Pyongyang menyebut presiden Korsel tak tahu malu dan bersumpah bahwa pembicaraan antar-Korea tak akan dilanjutkan.

Korut memprotes latihan militer gabungan antara Korsel dan Amerika Serikat yang dimulai pekan lalu, menyebutnya sebagai simulasi perang. Pihaknya juga menembakkan beberapa misil jarak dekat dalam beberapa pekan belakangan.

Baca juga: Boom! Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Balistik

Korut menembakkan lagi dua proyektil rahasia ke perairan lepas pantai timur pada Jumat pagi, menurut pernyataan Kepala Staf Gabungan Korsel. Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan menggelar pertemuan guna membahas peluncuran terbaru Korut tersebut.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan tidak melihat ancaman keamanan akibat peluncuran tersebut.

Pejabat AS, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan informasi awal mengindikasikan sedikitnya satu proyektil ditembakkan oleh Korut dan kemungkinan mirip dengan rudal jarak dekat yang diluncurkan sepekan sebelumnya. Pejabat lainnya menuturkan AS sedang berkonsultasi dengan Korsel dan juga Jepang.

Baca juga: 5 Fasilitas Mewah yang Dinikmati Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un

Serangkaian peluncuran rudal memperumit upaya-upaya untuk melanjutkan kembali pembicaraan antara perunding AS dan Korut mengenai masa depan program misil balistik dan senjata nuklir Pyongyang.

Pembicaraan denuklirisasi mandek kendati terdapat komitmen untuk melanjutkannya yang disepakati pada pertemuan 30 Juni antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: