Pantau Flash
Positif COVID-19 di DKI Jakarta Bertambah Terus hingga 7.153 Kasus
Kasus Positif COVID-19 RI 25.773, Nihil Kasus Baru di 10 Provinsi
Desak Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Dibawa ke Jakarta
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China
Ada 4.599 Kendaraan Menuju Jakarta Diputarbalik

Kosovo Penjarakan 6 Orang Setelah Merencanakan Serangan Terhadap NATO

Kosovo Penjarakan 6 Orang Setelah Merencanakan Serangan Terhadap NATO Dua anak mengibarkan bendera Albania (kanan) dan Kosovo di tugu peringatan \\

Pantau.com - Sebuah pengadilan di Kosovo mengatakan telah memenjarakan enam orang, termasuk seorang wanita, dengan hukuman mulai dari satu hingga 10 tahun, karena mereka merencanakan serangan terhadap pasukan NATO dan warga di Kosovo, Belgia dan Perancis.

Populasi Kosovo, yang menyatakan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, sebesar 90 persen adalah Muslim, tetapi sebagian besar sekuler. NATO memiliki kurang dari 4.000 tentara di sana, dengan misi untuk menjaga perdamaian yang rapuh sejak perang berakhir pada 1999.

Baca juga: 5 Misteri yang Tak Terungkapkan dari Insiden Horor 9/11

Melansir Reuters, seorang jaksa mengatakan kepada Reuters bahwa para tersangka, yang ditangkap tahun lalu, dan salah seorang dari mereka juga memiliki paspor Belgia, adalah pendukung kelompok militan, dan beberapa di antaranya berhubungan dengan militan kelahiran Kosovo yang terlibat dalam pertempuran di Suriah dan Irak.

"Keenam orang itu sedang mempersiapkan serangan teroris di dalam dan di luar Kosovo, serangan teroris terhadap disko di Gracanica, serangan terhadap gereja Ortodoks di Mitrovica Utara, serangan terhadap pasukan NATO di Kosovo dan serangan teroris lainnya di Perancis dan Belgia," kata pengadilan dalam sebuah pernyataan.

Baik Gracanica dan Mitrovica Utara adalah daerah yang dihuni terutama oleh minoritas Serbia yang tinggal di Kosovo. Lebih dari 300 warga Kosovo telah melakukan perjalanan ke Suriah sejak 2012 dan 70 orang di antaranya yang ikut bertempur bersama kelompok-kelompok militan, dinyatakan tewas.

Tidak ada serangan kelompok militan di Kosovo, meskipun lebih dari 100 orang telah dipenjara atau didakwa dengan tuduhan ikut bertempur di Suriah dan Irak. Beberapa dari mereka dinyatakan bersalah karena merencanakan serangan di Kosovo.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi pada Badan Antariksa dan Organisasi Penelitian Iran

Pihak berwenang menghadapi tugas yang sulit tentang bagaimana mengintegrasikan kembali mereka yang kembali ke tanah air mereka. Agen keamanan internasional dan domestik sebelumnya telah memperingatkan risiko yang ditimbulkan oleh kelompok militan yang kembali.

Pada April tahun ini, Kosovo menerima kembali 110 warganya dari Suriah, termasuk empat anggota militan, 32 wanita dan 74 anak-anak. Keempat anggota kelompok militan itu dan beberapa wanita telah didakwa karena berpartisipasi dalam perang di luar negeri, sebuah pelanggaran yang dapat dihukum dengan hukuman penjara hingga 15 tahun. Jaksa mengatakan mereka sedang menyelidiki lebih dari 200 tersangka lainnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta