Pantau Flash
KKP Tingkatkan Kapasitas Pengawas Deteksi Hasil Pencurian Ikan
Luhut Minta Produsen Farmasi Nasional Percepat Produksi Obat COVID-19
Pemkot Surabaya Sisir Ponpes Antisipasi Penularan COVID-19
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh
Ketua Dewan Positif COVID-19, Gedung DPRD Bogor Disterilisasi

Lagi-lagi Fraser Anning, Sosok Anti Muslim Picu Terjadinya Kerusuhan

Lagi-lagi Fraser Anning, Sosok Anti Muslim Picu Terjadinya Kerusuhan Fraser Anning, senator independen Australia terpilih ke Senat dengan hanya memperoleh 19 suara. Dia masuk ke parlemen menggantikan senator yang didiskualifikasi. (Foto: ABC News/Dominique Schwartz)

Pantau.com - Senator Australia yang dikenal dengan pernyataan-pernyataannya yang anti pendatang Muslim, Fraser Anning kembali memicu terjadinya tindak kekerasan saat jumpa pers di Sydney, Jumat (26/4/2019).

Seorang pendukungnya berusia 19 tahun melakukan serangan dan pemukulan terhadap wartawan yang meliput kegiatan tersebut.

Bulan lalu, seorang remaja yang dijuluki 'Egg Boy' memecahkan telur ke kepala senator itu dalam jumpa persnya di Melbourne, sebagai bentuk protes atas pernyataan kontroversial Anning. Remaja itu kemudian ditempeleng oleh Anning dan dikeroyok oleh para pendukungnya.

Kali ini, Anning menggelar keterangan pers untuk mengumumkan pencalonan caleg-caleg dari partai yang dia dirikan, Partai Nasional Konservatif. Secara provokatif, Anning sengaja memilih lokasi bernama Cronulla di Sydney, yang pernah menjadi lokasi bentrokan antara imigran dan penduduk lokal.

Baca juga: Demi Tembus Pemilu, Pendukung Fraser Anning Siap Nekat 'Bakar Alquran'

Selama jumpa pers ini, beberapa pendukung Anning telah menunjukkan sikap mengganggu ke sejumlah wartawan. Ketika jumpa pers berakhir, mereka bahkan membuntuti seorang reporter bernama Eliza Barr dan diumpat dengan kata-kata tidak senonoh.

Perbuatan pendukung Anning ini kemudian coba diabadikan seorang fotografer bernama Dylan Robinson. Tapi tiba-tiba pendukung Anning berusia 19 tahun itu langsung menyerang dan memukulinya.

Baju kaos yang dikenakan Robinson robek sampai tak bisa digunakan lagi.


Pendukung Senator Fraser Anning yang ditangkap polisi karena menyerang dan memukuli wartawan di Sydney, Jumat (26/4/2019). (Foto: ABC News/Nick Dole)

Eliza Barr sebelumnya sudah menjadi sasaran kecaman dan caci-maki dari kelompok supremasi kulit putih pendukung Anning. Dalam jumpa pers dia mempertanyakan pernyataan senator itu mengenai pendatang Muslim di Australia.

Senator Anning dalam keterangan persnya itu mengulangi kembali sikapnya menentang pendatang Muslim. Dia bahkan menyebut geng asal Sudan kini meneror Kota Sydney.

Ketika ditanya apakah dia memiliki bukti nyata mengenai pernyataannya itu, Anning hanya menjawab, "Saya tidak perlu buktikan. Saya pegang laporan polisi. Saya bisa tunjukkan kalau kamu mau," kata Anning kepada wartawan.

Rekaman video yang kini beredar menunjukkan seorang remaja berusia 19 tahun menyerang dan memukuli Robinson sebelum ada yang melerainya.


Fotografer Dylan Robinson (dengan baju robek) memberi keterangan kepada polisi di lokasi kejadian, Jumat (26/4/2019). (Foto: ABC News/Nick Dole)

Tak berselang lama, polisi berhasil menangkap pendukung Anning tersebut dan langsung dibawa ke kantor polisi terdekat untuk diperiksa. Kepolisian negara bagian New South Wales menjelaskan pria ini sedang dimintai keterangan.

Baca juga: Siapa Fraser Anning, Senator 'Kontroversial' yang Dipukul Telur?

Serangan yang dilakukan pendukung Senator Anning terhadap pekerja media mendapat kecaman dari PM Scott Morrison.

"Perilaku seperti itu tidak diterima di Australia," katanya, seraya menambahkan, dalam Pemilu mendatang partai Anning akan ditempatkan paling buntut dalam sistem prefenrensi partai PM Morrison.

Caleg dari partai Anning, Peter Kelly, mengatakan turut mengecam kekerasan yang dialami pekerja media. Serikat pekerja media setempat menyatakan serangan fisik terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya tidak dapat diterima dalam suatu demokrasi.

Senator Anning sendiri tidak mengecam kejadian itu, malah kembali menegaskan dalam postingan di akun medsosnya bahwa dia akan "melarang seluruh pendatang Muslim dan Kulit Hitam" ke Australia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: