Pantau Flash
Sri Mulyani Usul Minuman Manis dalam Kemasan Jadi Objek Cukai
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Emas ke Level Tertinggi
Ketua DPRD Sebut Surat Anies Baswedan Soal Formula E Ilegal
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

Mabok Di Tempat Umum Bukan Tindak Kriminal: Victoria Akan Ubah Aturan

Mabok Di Tempat Umum Bukan Tindak Kriminal: Victoria Akan Ubah Aturan Tanya Day died 17 days after her arrest. (Foto: via ABC News)

Pantau.com - Setelah sebuah kasus di mana seorang perempuan aborijin meninggal dalam tahanan, setelah ditahan karena mabok di tempat umum, negara bagian Victoria (Australia) akan mengubah peraturan sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

Di negara bagian di Austaralia hukum ini sudah lama dihapuskan dan sekarang Victoria akan menyatakan bahwa seseorang mabuk di muka umum bukanlah tindakan kriminal.

Dikutip dari ABC News, Jumat (23/8/2019), sekarang masalah menangani mereka yang mabok di tempat umum akan didekati sebagai masalah kesehatan dan kesehatan mental, dan bukan perkara yang memerlukan keterlibatan polisi.

Jaksa Agung Victoria Jill Hennessy mengatakan perubahan aturan itu akan diterapkan dalam beberapa bulan mendatang. Selama ini warga aborijin paling banyak menjadi korban sasaran penangkapan dari polisi karena adanya hukum mengenai mabok di tempat umum tersebut.

Namun 30 tahun lalu, Komisi Kerajaan yang menangani masalah kematian warga aborijin sudah meminta hukum tersebut dihapuskan. Bila nanti Victoria menghapuskan hukum ini, maka tinggal di negara bagian Queensland saja yang masih memiliki hukum yang sama.

Perubahan hukum ini akan dilakukan setelah seorang wanita aborijin Tanya Day meninggal di tahun 2017 dalam tahanan polisi.

Baca juga: Mahasiwa China seperti Sapi Perah di Australia, Imbas Perang Politik?


Apryl Watson (kiri dan Belinda Stevens, anak perempuan Tanya Day. (Foto: ABC News/Andrew Ware)

Day (55 tahun) meninggal karena cedera otak setelah ditahan karena mabok di dalam sebuah kereta di Castlemaine, sekitar 129 km dari ibukota Victoria, Melbourne.

Keluarga Day menuduh sikap rasis yang mengakar di kalangan masyarakat termasuk polisi memainkan peran atas kematian Day. Polisi membawa Day ke kantor polisi terdekat dimana dia dimasukkan ke dalam sel selama 4 jam untuk menghilangkan rasa mabuknya.

Namun dia mengalami cedera otak ketika berada di sel di kantor polisi tersebut dan meninggal 17 hari kemudian di rumah sakit di Melbourne. "Aturan yang diskriminatif" Keluarga Tanya Day mengatakan mereka sudah lama memperjuangkan agar aturan tersebut diubah.

"Kami tentu saja mengakui perjuangan keluarga lain sebelum kami dan juga berduka cita untuk mereka yang meninggal dalam tahanan karena aturan yang diskrminatif ini." kata putri Tanya Day, Apryl Watson.

Baca juga: Upst Parah, Perusahaan Australia Buang Limbah Radioaktif di Malaysia

"Ini adalah kegagalan besar dari pemerintah negara bagian Victoria yang tidak menerapkan rekomendasi yang dibuat 30 tahun lalu, dan bila itu diterapkan, ibu kami dan warga aborijin lain masih akan hidup sampai hari ini."

Salah seorang anak perempuan Tanya Day lainnya, Belinda Stevens mendesak agar pemerintah segera bertindak mengubah aturan tersebut. "Karena sekarang ini karena aturannya masih ada, ada kemungkinan orang lain menjadi korban karena aturan tersebut." kata Belinda.

"Sayang sekali diperlukan waktu 30 tahun dan kenyataan bahwa kami harus kehilangan ibu, sehingga kami harus berjuang meminta pemerintah mengubah aturan."

Apryl Watson dan Belinda Stevens mengatakan mereka berharap akan mendapat jawaban mengenai apa yang terjadi dengan ibu mereka Tanya Day dalam penyelidikan resmi kematian yang akan dimulai hari Senin.

"Kami ingin tahu apa yang terjadi dengan ibu kami. Bagaimana dia bisa sedang tidur di kereta sampai kemudian meninggal di tahanan polisi." kata Belinda Stevens.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: