Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

Mencekam! 3 Babon Kabur dari Truk Penangkaran

Mencekam! 3 Babon Kabur dari Truk Penangkaran Ilustrasi babon. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Di Australia, babon bukan hewan peliharaan, dan ilegal jika malah dipelihara. tapi mereka juga bukan berasal dari kebun binatang. Selasa kemarin 25 Februari 2020, ketiga babon melarikan diri dari sebuah truk di kota Sydney, yang berasal dari fasilitas penelitian, di mana para pakar sedang melakukan eksperimen medis terhadap hewan.

1. Percobaan hanya dilakukan pada babon jika tidak ada alternatif lain.
2. Menurut Humane Research Australia fasilitas penelitian yang libatkan hewan penuh kerahasiaan
3. Dikatakan banyak hewan telah digunakan untuk "penelitian biomedis yang penting"

Melansir ABC News, Kamis (27/2/2020), sebenarnya ini adalah praktik yang cukup umum, karena menurut 'Humane Research Australia', atau HRA, ada 272 primata yang digunakan untuk penelitian medis di Australia sepanjang tahun 2017. 165 di antaranya dilakukan di negara bagian New South Wales.

Seekor babon jantan bersama dua ekor babon betina pasangannya, dipindahkan ke Royal Prince Alfred Hospital di Camperdown untuk divasektomi, hari Selasa. Tetapi ketiga babon itu berhasil melarikan diri karena kunci pintu truk yang rusak. Kejadian ini kemudian direkam oleh pejalan kaki yang melintas dan menyaksikan bagaimana ketiga primata ini berjalan mengelilingi pelataran rumah sakit saat polisi dan petugas Kebun Binatang Taronga mencoba untuk menangkap mereka.

Beberapa saat kemudian diketahui mereka adalah bagian dari koloni babon di Wallacia, sekitar 50 kilometer dari bagian barat Sydney, diperuntukkan khusus bagi penelitian medis.

Baca juga: Penyelamatan Super! Kodok Berkaki 5 Tumbuh di Dada Berhasil Diamputasi

Eksperimen yang penuh kerahasiaan


Tiga ekor babon yang melarikan diri dari truk di dekat Royal Prince Alfred Hospital di Sydney ditempatkan di fasilitas penelitian di Wallacia, bagian barat Sydney. (Foto: ABC News/Amy Greenbank)

Hewan-hewan ini tinggal di sebuah fasilitas milik National Health and Medical Research Council. Penelitian yang dilakukan di laboratorium ini digunakan untuk menangani isu kesehatan yang dikategorikan oleh Pemerintah Federal sebagai kasus prioritas, termasuk penyakit diabetes, penyakit ginjal, dan komplikasi penyakit yang disebabkan karena kehamilan.

Profesor Annemarie Hennessy, peneliti senior di fasilitas tersebut mengatakan hewan-hewan tersebut hidup di lingkungan yang disesuaikan menyerupai habitat alami mereka.

"Mereka pasti sangat ketakutan saat berada di luar zona nyaman mereka, di dunia yang tidak mereka mengerti," katanya menanggapi insiden lepasnya ketiga babon tersebut.

Ia juga mengatakan babon telah digunakan oleh fasilitas tersebut untuk beberapa penelitian biomedis yang penting di Australia selama setidaknya 30 tahun, tetapi hanya digunakan jika tidak ada alternatif yang lain.

Rachel Smith dari HRA mengatakan, operasional fasilitas penelitian yang melibatkan hewan ini tidak transparan "Sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang penelitian yang sedang berlangsung saat ini karena banyak kerahasiaan yang melingkupinya," kata Rachel.

Baca juga: Warga Amerika Diminta Siapkan Diri Hadapi Penyebaran Virus Korona

Klaim 'prosedur yang menyakitkan'


Polisi di lokasi tempat lepasnya tiga ekor babon di dekat Royal Prince Alfred Hospital di Camperdown, Sydney, Selasa, 25 Februari 2020. (Foto: AAP/Joel Carrett)

Dalam sebuah laporan penelitian yang dipublikasikan bulan Mei tahun lalu, tercatat sebuah percobaan melibatkan babon-babon yang hamil di laboratorium untuk menemukan opsi baru untuk menangani pre-eklamsia, sebuah komplikasi medis yang diderita hampir 10 persen ibu hamil.

Anggota parlemen dari Animal Justice Party negara bagian NSW, Emma Hurst menyebut babon-babon tersebut sebagai 'penyintas percobaan medis' yang mencoba melarikan diri, karena prosedur yang menyakitkan yang dipaksakan ke tubuh mereka.

"Ini adalah wajah-wajah yang disembunyikan di balik sejumlah eksperimen yang melibatkan hewan di negara ini," kata Emma.

Tiga ekor primata tersebut akhirnya dikembalikan ke failitas di Wallacia Selasa malam dan vasektomi si babon jantan terpaksa ditunda. Babon dikenal sebagai hewan yang ganas jika mereka merasa terancam, tetapi Menteri Kesehatan Negara Bagian NSW Brad Hazzard mengatakan, perilaku babon tersebut tidak membahayakan.

Sampai saat ini masih diselidiki penyebab kerusakan pada kunci truk yang mengangkut ketiga babon itu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: